Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menggencarkan pelayanan vaksinasi untuk mengejar kekebalan kelompok (herd immunity) sekaligus mencegah varian baru covid-19.
Entomolog Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil, NTT, Acep Effendi menyebutkan cakupan meningkat karena didukung oleh aksi percepatan vaksinasi yang digelar berbagai instansi, Polri, TNI, dan dinas kesehatan.
"Cakupan vaksinasi pada Oktober dan November mengindikasikan bahwa pergerakan pelayanan vaksinasi semakin meningkat," kata Acep di Kupang, Selasa (7/12).
Selama November 2021, cakupan vaksinasi mencapai 678.589 dosis, tidak berbeda signifikan dari cakupan vaksinasi Oktober sebanyak 678.381 dosis sedangkan cakupan vaksinasi pada September jauh di bawah dua bulan terakhir yakni 548.118 doss.
Pada November, cakupan vaksinasi tertinggi atau lebih dari 20% di Sikka sebesar 28,54%, Manggarai Timur 20,87%, dan Rote Ndao 20,36%, dan cakupan vaksinasi terendah yakni di bawah 10% di Lembata 9,37% dan Sumba Barat 8,73%.
Untuk pemakaian vaksinasi covid-19 di NTT mencapai 86,69% dengan prosentase tertinggi di Kota Kupang mencapai 99,84% dan terendah di Sabu Raijua 59,28%.
Untuk mempercepat pelayanan vaksinasi, tambahnya, perlu menambah fasilitas kesehatan, jumlah hari pelayanan, jumlah sesi pelayanan per hari, serta waktu pelayanan dan kuota masing-masing sesi.
Menurutnya, pemerintah juga perlu membuka pos pelayanan vaksinasi di luar ruangan maupun di dalam ruangan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil NTT, Semuel Halundaka menyebutkan kasus aktif covid-19 di daerah mencapai 144 orang dengan jumlah tertinggi di Kota Kupang 44 orang, Manggarai 23 orang, Nagekeo 12 orang, dan Rote Ndao 11 orang. Sedangkan dua kabupaten sudah tercatat berstatus zona hijau covid-19 yakni Sumba Tengah, Sumba Timur. (OL-13)
Baca Juga: Ini Penyakit yang Bisa Dipicu oleh Letusan Gunung Berapi dan Cara Mencegahnya
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved