Selasa 07 Desember 2021, 06:30 WIB

Ini Penyakit yang Bisa Dipicu oleh Letusan Gunung Berapi dan Cara Mencegahnya

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Penyakit yang Bisa Dipicu oleh Letusan Gunung Berapi dan Cara Mencegahnya

AFP/Juni Kriswanto
Warga berada di tempat pengungsian di Desa Sumber Wuluh, Lumajang akibat meltusnya Gunung Semeru.

 

ASAP dan debu vulkanik dari letusan gunung berapi, salah satunya Gunung Semeru yang terletak di Lumajang dan Malang, Jawa Timur, bisa memunculkan penyakit, salah satunya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan risiko penyakit lainnya juga bisa muncul misalnya infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia dan bronkhitis, alergi, radang atau pada mata dan kulit, dan gangguan saluran pencernaan.

"Perlu diwaspadai perburukan dari penyakit kronik baik karena daya tahan tubuh yang turun maupun karena stres atau lalai makan obat," kata dia dalam pesan elektronik, Minggu (4/12).

Baca juga: Korban Tewas Erupsi Gunung Semeru Bertambah Jadi 22 Orang

Selain itu, menurut Tjandra, yang pernah menjabat sebagai Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes dan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, bukan tidak mungkin awan panas dapat terinhalasi ke dalam paru yang disebut trauma inhalasi.

"Mungkin perlu tindakan bronkoskopi. Selain itu juga dapat terjadi berbagai cedera seperti patah tulang, luka, dan sebagainya," ujar dia.

Lebih lanjut, Tjandra menyarankan langkah pencegahan demi mencegah penyakit akibat asap dan debu vulkanik letusan gunung berapi ini, yakni menghindari keluar rumah atau lokasi pengungsian bila tidak sangat diperlukan, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah terdampak asap dan debu vulkanik. 

Tetapi, bila terpaksa keluar rumah, gunakan pelindung seperti masker.

Selanjutnya, tutuplah sarana air atau sumur gali terbuka dan penampungan air yang terbuka agar tidak terkena debu, cuci bersih semua makanan, buah, dan sayur.

Masyarakat diminta segera mencari pengobatan ke sarana pelayanan kesehatan bila terdapat keluhan kesehatan seperti batuk, sesak nafas,serta iritasi pada mata dan kulit.

"Bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronik, pastikan obat rutin harus selalu dikonsumsi," pesan Tjandra.

Terakhir, pastikan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baik di rumah dan juga semaksimal mungkin di tempat pengungsian. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Dukung Platform Pembelajaran, UICI Kembangkan Digital Teaching Learning System

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 16:31 WIB
UICI mengembangkan Digital Teaching Learning System (DSTLS). Dengan platform ini, pendidikan di UICI bisa diakses dari mana saja dan kapan...
ANTARA/ 	MUHAMMAD IQBAL

Menkes: Orang Tua Semangat Sekali Ikut Vaksin Booster

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 18 Januari 2022, 15:40 WIB
Sejak kick off 12 Januari 2022 sudah 170.095 orang menerima vaksin...
Dok.UID

Bertepatan dengan G20, UID Resmikan Kampus Bali

👤Medianindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 15:25 WIB
Peresmian UID Bali Campus di akhir 2022 itu akan bertepatan pula dengan acara Tri Hita Karana...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya