Kamis 04 November 2021, 19:49 WIB

Polisi belum Tetapkan Tersangka Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS

Widjajadi | Nusantara
Polisi belum Tetapkan Tersangka Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS

MI/Widjajadi.
Kapolresta Kombes Ade Safri Simanjuntak.

 

PENYIDIKAN kasus dugaan kekerasan Diklatsar Menwa UNS, Jawa Tengah, yang menewaskan mahasiswa peserta, Gilang Endi Saputro, 21, hingga 10 hari berjalan belum menetapkan tersangka. Pada saat yang sama, Endang Budi Astuti yakni ibu dari almarhum Gilang, masih syok. 

Perempuan paruh baya ini tidak pernah berkata apa pun saat tamu datang, seperti dari LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) dan anggota DPR Paryono, yang ingin menghibur dan menunjukkan rasa simpati di rumah keluarga korban, Kampung Dayu, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Sunardi, ayah korban dan pensiunan tentara, berharap penanganan kasus Diklatsar Menwa UNS yang berujung kematian anaknya dapat segera terang, sehingga keadilan bisa segera ditegakkan.

"Setiap tamu datang untuk berbelasungkawa, ibunda Gilang tidak pernah bisa berkata-kata dan hanya melamun. Karena itu, kalau penanganan segera terang, tentu akan sangat membantu psikologi keluarga," ucap Sunardi pelan.

Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak, usai menghadiri perdamaian pendana bom bunuh diri Mako Polresta Surakarta dengan korbanya Ipda Bambang Adi Cahyanto, meminta semua pihak bersabar. Menurutnya, masih ada alat bukti tambahan dan keterangan ahli forensik yang dibutuhkan.

"Saat ini masih perlu dicermati tentang alat bukti yang menyangkut dokumen hasil autopsi yang membutuhkan keterangan ahli forensik. Kalau semua sudah mencukupi, segera dilaksanakan gelar perkara yang berlanjut kepada penetapan tersangka," tegas Ade.

Tiga hari sebelumnya, Dirreskrimum Kombes Djuhandy mendatangi penyidik Polresta Surakarta untuk memberikan asistensi agar penyidikan berjalan lebih mengerucut dan kuat telaah untuk alat bukti dari ahli forensik. "Sudah mengarah ke pidana, tetapi memang masih membutuhkan alat bukti dan keterangan ahli untuk menyimpulkan sebelum dilaksanakan penetapan tersangka," kata Djuhandy menjawab Media Indonesia.

Baca juga: Rektor UNS Dukung Gerakan Antikekerasan Seluruh UKM di Kampusnya

Tim penyidik dipimpin Kasatreskrim Komisaris Djohan Andika sekali lagi memerlukan penggeledahan kembali markas Menwa UNS. Ini untuk mengamankan sejumlah barang bukti yang bisa menjadi petunjuk dari proses penyidikan yang sudah berlangsung lebih sepekan itu. (OL-14)

Baca Juga

Instagram

Keluarga Harap Jenazah DJ Indah Cleo Cepat Teridentifikasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 28 Januari 2022, 09:45 WIB
DJ Indah Cleo merupakan salah satu 17 korban tewas dalam pembakaran Karaoke Double O di Kota Sorong, Papua Barat, 25 Januari...
MI/Agus Utantoro

BNNK Sleman Tangkap Pengecer Narkoba di Desa Bersih Narkoba

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 28 Januari 2022, 09:17 WIB
BNN Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap pria berinisial TAU, warga Mlati, Sleman, karena kedapatan menyimpan puluhan...
dok.Ant

Kasus Covid-19 Kota Semarang dan Pekalongan Muncul Lagi

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 28 Januari 2022, 08:00 WIB
KASUS covid-19 Kota Semarang muncul lagi hingga capai 30 kasus dan Kota Pekalongan empat kasus baru, setelah cukup lama zero...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya