Kamis 04 November 2021, 17:49 WIB

Khawatir Banjir Susulan, Pengungsi Banjir Bandang Alor Memilih Bertahan Di Pengungsian

Palce Amalo | Nusantara
Khawatir Banjir Susulan, Pengungsi Banjir Bandang Alor Memilih Bertahan Di Pengungsian

Medcom
Ilustrasi

 

SEBANYAK 12 keluarga yang mengungsi akibat banjir di Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur memilih untuk tetap berada di pengungsian. Mereka khawatir akan terjadi banjir susulan. Kamis (4/11), ketinggian air di lokasi banjir yang sebelumnya mencapai tiga meter, sudah surut di bawah lutut orang dewasa, Kamis (4/11).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Alor, Marten Moubeka mengatakan warga memilih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka berada di jalur banjir. Seluruh pengungsi dievakuasi ke rumah penduduk lainnya yang aman dari banjir.

Jika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan, potensi banjir bandang sangat besar. "Para korban tinggal di jalur air. Jadi kalau terjadi hujan deras dan sungai meluap, mereka pasti terkena banjir," ujarnya saat dihubungi lewat telepon.

Banjir menerjang desa tersebut pada Rabu (3/11) yang mengakibatkan 10  rumah penduduk mengalami kerusakan, tiga rumah di antaranya rusak berat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun perabot hilang tersapu banjir. "Salah satu rumah yang terdampak banjir, ditempati tiga keluarga," katanya.

Selain itu, satu jembatan antardusun mengalami kerusakan dan irigasi. Belum ada laporan kerugian yang disebabkan musibah banjir tersebut. Sementara itu, BPBD setempat mulai mempersiapkan bantuan sembako untuk disalurkan kepada korban banjir.

Sementara itu, BMKG Stasiun El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ang disertai petir dan angin kencang di beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, antara lain di Kabupaten Alor, Sumba, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada,

Di tempat terpisah, Bupati Ende Djafar Achmad mengeluarkan imbauan kepada seluruh camat dan lurah di daerah itu untuk meningkatkan kewaspaan terkait potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. "Lakukan mitigasi, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk bentuk pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana
hidrometeorologi," ujarnya. (OL-15)

Baca Juga

Antara

Presiden Bagikan Bansos di Empat Pasar di Surakarta

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 26 Mei 2022, 19:40 WIB
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para pelaku usaha mikro dan...
DOK MI

Pemprov Sulteng Antisipasi Masuknya PMK

👤M Taufan SP Bustan 🕔Kamis 26 Mei 2022, 19:25 WIB
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah telah melakukan upaya mengantisipasim penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak...
MI/Heri Susetyo

Barisan Kiai Kultural NU Jatim Deklarasi Dukung Ridwan Kamil

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 26 Mei 2022, 19:19 WIB
BARISAN kiai kultural Nahdlatul Ulama (NU) asal Jawa Timur mendeklarasikan diri mendukung Ridwan Kamil (RK) sebagai Calon Presiden (Capres)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya