Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebagai salah satu lembaga yang terpilih dalam program eMpowering Youth Across ASEAN (EYAA) Cohort 3, Insan Bumi Mandiri bersama ASEAN Foundation terus bergerak memberdayakan masyarakat di wilayah pedalaman, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat ini, pemberdayaan difokuskan bagi para ibu penenun di Alor. Melalui program Tenun.in, Insan Bumi Mandiri melaksanakan serangkaian pelatihan dan juga pemberian pinjaman untuk modal usaha bagi pelaku UMKM kain tenun.
Pinjaman ini didanai oleh Asean Foundation, Maybank, dan Maybank Foundation selaku donatur. Adapun, penyaluran diserahkan kepada koperasi simpan pinjam milik penenun Alor yang sudah berdiri lebih dari satu tahun.
Baca juga : 68 UMKM di NTT Terlibat Dalam Festival Tenun 2022
Salah satu penerima pinjaman yang sekaligus ketua kelompok Penenun Moru, Mama Rahima, mengaku bersyukur dengan adanya bantuan yang diberikan kepada kelompok penenun Alor.
“Mama senang bisa diberi kepercayaan ini. Jauh sebelum ini, semua anggota memang sudah punya komitmen dan kesepakatan dalam hal pinjaman. Pengembalian dana pasti 100%,” ujar Mama Rahima.
Selain pelatihan dan pemberian modal, Asean Foundation juga turut mendanai renovasi sentra tenun di kawasan yang bangunannya sudah tidak layak. Sebelumnya, sentra tersebut hanya ditutupi dinding yang terbuat dari terpal. Bahkan, terpal yang ada sudah robek dan kayu-kayu penyangga bangunan terlihat sudah rapuh.
Kini sentra tenun sudah memiliki bangunan yang lebih kokoh serta nyaman ditempati. Harapannya, tempat itu dapat meningkatkan produktivitas serta memberikan semangat kepada para penenun untuk terus berkarya.
Insan Bumi Mandiri juga turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program seperti Tenun.in ini. Informasi mengenai Tenun.in atau program pemberdayaan lain besutan Insan Bumi Mandiri dapat diakses melalui melalui website www.insanbumimandiri.org atau Instagram @insanbumimandiri.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Produk berbasis budaya lokal, seperti contohnya tenun, sering kali tertinggal karena minim inovasi desain dan lemahnya strategi pemasaran.
DENTING kayu, tarikan benang, dan desah napas perempuan-perempuan tua menyambut siang terik di Swembak dengan menenun kain Sumba.
Ketua kelompok penenun, Margareta Mala, juga menyampaikan harapannya agar tenun dapat memiliki pasar yang lebih luas dan menjadi bagian dari kebutuhan tekstil Indonesia.
KAIN tenun di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai historis dan estetika, sekaligus menjadi identitas masyarakat setempat.
Bai mengatakan, saat berkunjung ke Baduy, dirinya melihat kearifan lokal dan adat yang masih kental hingga melihat produk hasil budayanya yakni tenun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved