Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KABID Humas Polda NTB Kombes Artanto menyampaikan hasil penyelidikan kasus penembakan sesama rekan polisi di Lombok Timur. Menurutnya, motif MN menembak HT lantaran cemburu buta usai melihat korban sering berkirim pesan (chatting) dengan istri pelaku.
“Hasil penyelidikan, pelaku motif cemburu buta,” kata Artanto saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (28/10).
Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan terhadap 3 saksi yang diperiksa penyidik Polres Lombok Timur. Terduga pelaku merupakan anggota dari Polsek Wanasaba. Sementara korban merupakan anggota Humas Polres Lotim.
Baca juga: Seorang WNA Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pinjol di Kotabaru
Dari pembicaraan melalui aplikasi Whatsapp tersebut, terduga pelaku mengetahui korban sering berkomunikasi dengan sang istri sehingga menimbulkan kecemburuan dan mendorong tindakan penembakan tersebut,
“Cemburu, korban sering chatting dengan istri pelaku dan isi Whatsapp tersebut ketahuan pelaku,” jelas Artanto.
Saat ini, MN sedang diperiksa kejiwaan oleh bagian Psikologi di Polda NTB. Hal ini dilakukan untuk memeriksa kejiwaan terduga pelaku hingga bisa melakukan penembakan tersebut. MN pun sudah ditahan di Rutan Polda NTB.
“Yang bersangkutan sedang diperiksa kejiwaan oleh bagian Psikologi Polda,” jelasnya.
Sebelumnya, seorang polisi berinisial MN, 38, di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga menembak rekan kerjanya sesama polisi berinisial HT, 26. Akibat dari insiden ini, KT tewas di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (25/10) sore di rumah korban, tepatnya di BTN Denggen, Desa Denggen, Selong, Lombok Timur.
"Tadi sore terjadi kasus penembakan oknum anggota polisi kepada rekan kerjanya. Dari laporan (kejadian) tersebut, pelaku telah diamankan di Mapolres Lotim," kata Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (25/10). (OL-1)
Video terbaru mengungkap kronologi penembakan Renee Nicole Good oleh agen ICE di Minneapolis. Korban sempat berkata “saya tidak marah” sebelum ditembak.
Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum.
Wali Kota Minneapolis menuding pemerintahan Trump menutup fakta penembakan warga oleh agen ICE dan mendesak penyelidikan independen di tengah protes nasional.
Presiden Trump mengklaim penembakan wanita oleh petugas ICE di Minneapolis adalah bela diri, sementara Gubernur Tim Walz menyebut narasi tersebut sebagai propaganda.
Investigasi penembakan perempuan oleh petugas ICE di Minneapolis terhambat minimnya kamera tubuh. Akankah ada keadilan di tengah kebijakan imigrasi Trump yang keras?
Seorang perempuan tewas ditembak petugas imigrasi (ICE) di Minneapolis setelah diduga mencoba menabrak aparat. Otoritas AS menyebutnya sebagai aksi terorisme domestik.
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan merekrut 101 atlet SEA Games.
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Dalam gelar perkara itu, hasil yang ditemukan dari kandungan yang disita saat peristiwa dilakukan persesuaian.
Reonald memandang KUHAP baru malah lebih melindungi hak asasi manusia (HAM), baik korban, tersangka, dan saksi.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Pelaku ditembak karena melawan petugas saat pengembangan kasus. Satu pelaku lain masih buron.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved