Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Cekcok Soal Donald Trump, Perempuan Inggris Tewas Ditembak Ayah Kandung di Texas

Thalatie K Yani
11/2/2026 07:03
Cekcok Soal Donald Trump, Perempuan Inggris Tewas Ditembak Ayah Kandung di Texas
Lucy Harrison, 23, tewas tertembak di dada saat mengunjungi ayahnya di Texas. Sidang koroner mengungkap adanya argumen panas terkait Donald Trump sebelum kejadian.(Media Sosial X)

SEBUAH sidang koroner di Inggris mengungkap fakta memilukan di balik kematian Lucy Harrison, 23, perempuan asal Warrington, Cheshire, yang tewas ditembak ayah kandungnya saat berkunjung ke Texas, Amerika Serikat. Insiden tragis ini dipicu perdebatan panas mengenai Presiden AS, Donald Trump.

Peristiwa tersebut terjadi pada 10 Januari 2025 di Prosper, dekat Dallas. Lucy tewas akibat luka tembak di dada. Meski polisi Texas sempat menyelidiki kasus ini sebagai dugaan pembunuhan tidak sengaja (manslaughter), dewan juri di Collin County memutuskan untuk tidak mendakwa sang ayah, Kris Harrison.

Debat Politik dan Kepemilikan Senjata

Kekasih Lucy, Sam Littler, yang ikut dalam perjalanan tersebut, memberikan kesaksian di Pengadilan Koroner Cheshire. Ia menyebut pada hari kejadian, terjadi "argumen besar" antara Lucy dan ayahnya mengenai Donald Trump, yang saat itu tengah bersiap untuk pelantikan masa jabatan keduanya.

Ketegangan meningkat ketika Lucy mempertanyakan empati ayahnya terhadap isu kekerasan seksual. "Bagaimana perasaanmu jika aku adalah gadis dalam situasi itu dan aku telah dilecehkan secara seksual?" tanya Lucy kepada ayahnya, menurut kesaksian Littler.

Kris Harrison merespons dengan dingin bahwa ia memiliki dua anak perempuan lain yang tinggal bersamanya, sehingga hal itu tidak akan terlalu mengganggunya. Jawaban tersebut membuat Lucy sangat terpukul dan berlari ke lantai atas.

Detik-Detik Penembakan 

Sekitar setengah jam sebelum keberangkatan ke bandara, Kris membawa Lucy ke kamar tidurnya di lantai bawah. Sekitar 15 detik kemudian, terdengar suara letusan senjata. Littler menemukan Lucy tergeletak di depan kamar mandi, sementara Kris berteriak histeris.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kris Harrison mengeklaim insiden itu adalah kecelakaan. Ia mengaku ingin menunjukkan pistol semi-otomatis Glock 9mm miliknya kepada Lucy untuk alasan keamanan.

"Saat saya mengangkat pistol untuk menunjukkan kepadanya, tiba-tiba saya mendengar ledakan keras. Saya tidak mengerti apa yang telah terjadi. Lucy langsung jatuh," aku Kris dalam pernyataannya.

Pengaruh Alkohol 

Sidang juga mengungkap Kris Harrison, yang memiliki riwayat kecanduan alkohol, kembali mengonsumsi minuman keras pada hari kejadian. Rekaman CCTV menunjukkan ia membeli dua karton Chardonnay sesaat sebelum penembakan. Polisi yang tiba di lokasi juga mencium aroma alkohol dari napasnya.

Ibu kandung Lucy, Jane Coates, mengenalkan putrinya sebagai sosok yang penuh semangat dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu sosial.

"Dia peduli. Dia sangat bersemangat tentang banyak hal. Dia senang berdebat tentang hal-hal yang sangat berarti baginya," ujar Coates.

Sidang koroner ditunda hingga Rabu, di mana koroner Jacqueline Devonish diharapkan akan menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian Lucy Harrison. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya