Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) dan Yayasan TNTN melakukan pengobatan terhadap seekor gajah betina liar di Desa Pontian Mekar SP 4, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Gajah tersebut ditemukan warga dalam kondisi sakit.
Plt Kepala BBKSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara mengatakan kronologis bermula pada Kamis (21/10), tim Seksi Konservasi Wilayah I, Pangkalan Kerinci menerima laporan ada seekor gajah liar memasuki perkebunan sawit dalam kondisi sakit di sekitar kawasan TNTN di Desa Pontian Mekar SP 4, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu. Keesokan harinya, tim Resort Kerumutan Selatan telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.
"Tim bersama Kades Pontian Mekar dan masyarakat menemukan seekor gajah liar dewasa betina, kurus, dan dalam kondisi lemas. Di sekitar lokasi ditemukan muntahan dari gajah batang tersebut. Tim segera melaporkan hasil investigasi lapangan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis terhadap gajah tersebut," kata Plt. Kepala BBKSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara, Rabu (27/10).
Ia menjelaskan, pihaknya segera memerintahkan tim medis melakukan tindakan dan berkoordinasi dengan Balai TNTN. Sementara tim di lapangan bersama masyarakat melakukan penjagaan dan pemantauan terhadap satwa tersebut sambil menunggu tim medis BBKSDA Riau dan Tim Balai TNTN datang.
Kemudian, lanjutnya, pada Sabtu (23/10), setelah tim medis BBKSDA Riau dan tim Balai TNTN sampai di lokasi, tim gabungan segera melakukan pengobatan. Dari hasil identifikasi dan pemeriksaan diketahui gajah liar berjenis kelamin betina, umur sekitar 30 tahun, tinggi 217 cm dan berat badan lebih kurang 2 ton, kurus, kurang nafsu makan, mengalami radang atau pembekakan dan luka terbuka pada bagian organ reproduksi luar yang telah ada larva atau ulat di bagian tersebut.
"Upaya yang dilakukan adalah pembersihan luka dan pemberian obat topikal pada daerah luka, pengambilan sampel darah untuk mengetahui kondisi kesehatan gajah secara umum, dan sampel darah akan dikirim ke laboratorium. Setelah dilakukan pengobatan, Tim medis segera menyadarkan satwa dan melepasliarkan kembali ke habitatnya sambil melakukan pemantauan dan pengamatan pergerakan satwa untuk mengetahui kondisi selanjutnya. Gajah terlihat bergerak lebih gesit dari sebelum pengobatan," jelas Fifin.
Ia mengungkapkan, pada Senin (25/10), tim patroli Yayasan TNTN dari Desa Lubuk Kembang Bunga berpatroli untuk mengetahui kondisi gajah betina yang telah diobati oleh Tim medis Balai BBKSDA Riau. Namun tim tidak menjumpai tanda-tanda terbaru dari gajah liar tersebut dari titik pengobatan.
Berdasarkan informasi warga, gajah liar tersebut sudah mengarah ke hutan tersisa kawasan Balai TNTN sekitar Bukit Apolo dan pondok Kompe. "Selanjutnya tim akan melakukan pemantauan kembali untuk memastikan gajah liar tersebut benar-benar pulih dan aman serta kembali ke habitatnya di kawasan Taman Nasional Teso Nilo," pungkasnya. (OL-15)
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Kini, sejumlah fasilitas pendukung kesejahteraan satwa telah terealisasi di PLG Sebanga.
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Riau berhasil menangkap 15 tersangka sindikat perburuan satwa liar lintas provinsi yang terkait dengan kasus gajah sumatra di PT RAPP.
Kejagung menggeledah puluhan lokasi di Riau dan Medan terkait dugaan korupsi ekspor CPO dan turunannya periode 2022–2024. Penyidik menyita aset tanah, pabrik sawit, hingga alat berat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Kementerian Kehutanan menargetkan pemulihan kawasan hutan seluas sekitar 80.978 hektare yang menjadi koridor gajah.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Seekor anak Gajah Sumatra dari populasi liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, tepatnya di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) mengintensifkan penyelidikan untuk membongkar jaringan di balik pembunuhan seekor gajah Sumatera di Provinsi Riau.
TNWK merencanakan penguatan infrastruktur pengamanan kawasan, meliputi pembangunan tanggul dan kanal, pagar pengaman, tembok penahan tanah, serta pembatas permanen.
Penghentian program gajah tunggang di Bali Zoo mulai diberlakukan secara permanen sejak 1 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved