Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali menyelenggarakan sentra vaksin bagi masyarakat. Kali ini sentra vaksin digelar di Kota Sukabumi, Jawa Barat, dengan menggandeng pihak Polres Kota Sukabumi.
Langkah tersebut sebagi wujud nyata Perbarindo untuk mendukung Pemerintah dalam percepatan program vaksinasi Covid-19. Sebelumnya Perbarindo telah menyelenggarakan kegiatan serupa di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Kondisi pandemi Covid-19 yang terus berlangsung sejak Maret 2020 hingga kini diakui telah memberikan dampak signifkan kepada seluruh sektor industri. Termasuk pada kinerja industri BPR-BPRS di Indonesia.
Perbarindo terus berkolaborasi, bersinergi dengan cepat dan strategis demi mewujudkan Indonesia Sehat sesegera mungkin. Karena ini adalah masa-masa krusial agar semua bisa mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja.
“Tujuan besar dari program vaksinasi Covid-19 adalah terwujudnya kekebalan kelompok. Semua pihak perlu bersinergi dan berkolaborasi untuk dapat mengakselerasi program vaksinasi sehingga kekebalan kelompok bisa segera tercapai,” kata Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto di depan para peserta vaksinasi.
Joko berharap bahwa sentra vaksin Perbarindo-LPS ini dapat mempermudah masyarakat untuk mengakses vaksin Covid-19 sekaligus untuk meminimalisir dampak risiko dan jumlah orang yang terpapar Covid-19.
Dalam sambutannya, Joko Suyanto juga mengatakan BPR-BPRS tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam masa pandemi Covid-19.
“Kami tetap hadir di tengah masyarakat, membantu masyarakat yang terdampak dengan program restrukturisasi, mengusulkan untuk menerima subsidi bunga dari Pemerintah dan terus melakukan pendampingan, edukasi serta literasi keuangan kepada masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (23/10).
Sementara itu, Sekretaris Lembaga LPS Dimas Yuliharto dalam sambutannya mengatakan bahwa selain dalam rangka mendukung Pemerintah untuk percepatan vaksinasi Covid-19, kegiatan ini tentu saja diharapkan dapat menjadi salah satu langkah emas untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor kehidupan masyarakat yang terdampak oleh pandemi ini.
"Dengan kegiatan vaksinasi ini, diharapkan roda ekonomi dapat segera berputar sehingga perekonomian Indonesia khususnya di Sukabumi dapat segera pulih seperti sedia kala. Tentunya dengan sinergi dari berbagai pihak sebagaimana yang telah dilakukan hari ini," ungkap Dimas.
Target 3.750 peserta
Pada sentra vaksin yang digelar Perbarindo-LPS di Kota Sukabumi ini menargetkan peserta sekitar 3.750 orang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD Perbarindo Jawa Barat Andi Gunawan.
“Target kami dari sentra vaksin ini adalah sebanyak 3.750 peserta yang akan divaksin dan dilakukan dalam tiga kali pelaksanaan. Yaitu pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2021 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar, dan tanggal 27 Oktober 2021 di Pondok Pesantren Al Masthuriyah Cisaat–Sukabumi.
Sentra vaksin Perbarindo-LPS di Sukabumi ini tidak secara khusus diperuntukkan untuk karyawan dan keluarga karyawan dari BPR dan BPRS saja. Tetapi dibuka secara luas untuk seluruh masyarakat, pelajar dan santri yang berada di Kota Sukabumi.
“Tentu saja kami berharap bahwa sentra-sentra vaskin ini dapat mengendalikan laju pandemi Covid-19 dan selanjutnya akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat menjadi segera pulih dan normal kembali,” imbuh Andi. (RO/OL-09)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Ia menegaskan Bank Jakarta menyambut peluang penempatan dana berikutnya dari pemerintah pusat.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved