Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
JARUM indikator BBM pada speedometer sepeda motor sudah bertengger ditanda merah. Takut Mogok karena kehabisan bahan bakar. Lukman (46) warga Pangkalbalam Pangkalpinang, bergegas menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tidak jauh dari tempat dia bekerja.
Deru suara yang di keluarkan dari sepeda motornya pun, seketika dimatikan tempat di depan petugas pengisian BBM khusus premium.
Saat itu, diceritakanya, ia tak menyadari ada spanduk, bertuliskan Program Langit Biru (PLB) Pertalite seharga Premium yang terpampang di depan SPBU.
"Bensin (premium) bang Rp20 ribu," kata Lukman kepada pria berseragam merah sebagai ciri khas petugas SPBU itu."Maaf Pak, bensinnya tidak ada, saat ini kita menyediakan Pertalite seharga Premium, ini Program Langit Biru (PLB), kan ada tulisan di depan,"kata Lukman meniru ucapan petugas SPBU.
Fenomena seperti yang dialami Lukman beberapa bulan lalu sepertinya banyak dialami pula oleh sebagian pemilik kendaraan bermotor di kota Pangkalpinang.
Maklum, tiap hari, para konsumen, selalu dimanjakan dengan BBM jenis Premium sehingga mereka terbiasa mengisi BBM tersebut.
Semenjak ada PLB beberapa bulan lalu, SPBU selalu ramai dengan antrian, karena masyarakat kian tertarik mengisi BBM pertalite ke kendaraannya. Lantaran harga Pertalite waktu itu seharga Premium Rp6.450 perliter. Padahal harga normalnya Rp7.850 perliter.
Di sisi lain, Yudi salah satu buruh harian di desa Bakam Kabupaten Bangka mengatakan, saat ini ia tidak usah jauh-jauh lagi mengisi BBM kendaraanya. Lantaran di desanya sudah terdapat Pertashop.
"Memang pertashop ini menjual produk Pertamina berkualitas, makanya saya selalu beli Pertamax. Ketimbang beli premium eceran seharga harga pertamax," kata Yudi.
Dua pengalaman konsumen di Babel ini. Tentunya membuat konsumen yang terbiasa mengisi BBM premium mulai hijrah ke pertalite bahkan pertamax. Berangkat dari itu, konsumen di seluruh Babel kini mulai terbiasa menggunakan BBM berkualitas yakni pertalite dan Pertamax sebagai bahan bakar kendaraanya.
Pertalite sendiri adalah BBM yang dikeluarkan Pertamina dengan research octane number (RON) 90. Sedangkan untuk Pertamax memiliki angka oktan minimal 92 berstandar internasional. Dua BBM berkualitas ini dirilis Pertamina agar masyarakat secara perlahan pindah dari premium ke bahan bakar nonsubsidi yang berkualitas.
Tujuan lain dari pemanfaatan BBM berkualitas adalah, Pertamina berharap dengan jenis bahan bakar dengan kadar oktan lebih tinggi dapat mewujudkan energi yang ramah lingkungan dan membuat konsumen lebih berenergi.
Area Manager Comunication Relations dan CSR Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan mengatakan, BBM bersubsidi diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu. "Tetapi pertamina tidak bisa memaksa masyarakat beralih ke BBM berkualitas (non subsidi)," kata Umar.
Pertamina menurut Umar hanya bisa terus berupaya mensosialisasikan BBM berkualitas kepada masyarakat agar masyarakat dapat beralih ke BBM ramah lingkungan.
Ada dua upaya yang dilakukan pertamina di Babel untuk mendekatkan BBM berkualitas dan ramah lingkungan kepada masyarakat hingga ke pedesaan. Pertama, Pertamina Patra Niaga Region Sumbangsel yang mendapatkan dukungan Pemerintah Provinsi Babel melaksanakan Program Langit Biru yang saat ini telah memasuki tahap ke-2.
"Program Langit Biru ini merupakan edukasi bagi pengguna BBM berkualitas dan ramah lingkungan, kita harap dengan program ini, masyarakat dapat beralih ke BBM berkualitas," harap Umar.
Kedua lanjutnya, untuk mendekatkan BBM berkualitas kepada masyarakat hingga pedesaan. Pertamina Menurutnya meluncurkan Pertashop, sebuah layanan One Stop Shopping Produk pertamina skala kecil.
"Pertashop ini melayani kebutuhan BBM LPG Non Subsidi dan produk ritel Pertamina lainya, berbeda dengan SPBU. Makanya pertashop mengutamakan lokasi di desa jauh dari SPBU, sehingga masyarakat desa bisa merasakan produk berkualitas dari Pertamina," ujarnya.
Saat ini, jelasnya, untuk wilayah Babel sudah ada 15 pertashop yang beroperasi. Rinciannya di pulau Bangka 9 unit dan Pulau Belitung 6 unit. "Kita berharap dengan adanya pertashop ini, dapat meningkatkan peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di pedesaan," ungkap dia.(OL-13).
Baca Juga: Menkopolhukam: Aksi Teror oleh Pinjol Ilegal akan Ditindak Tegas
Pertamina menegaskan BBM subsidi untuk nelayan terbagi dalam JBT, JBKP, dan JBU. Nelayan perlu memahami perbedaannya agar akses BBM tepat sasaran.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
AhokĀ mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Ahok membongkar potensi keuntungan jumbo yang menguap akibat tidak dijalankannya transformasi sistem subsidi energi.
Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok yang merupakan Komisaris utama Pertamina periode 2019-2024 mengaku belum bergabung dengan Pertamina.
WAKIL Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar mengatakan, Indonesia tetap memerlukan impor kilang dan BBM pada 2018, karena produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan kilang.
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Pada periode libur panjang dan musim perayaan, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM berkualitas demi menjaga performa kendaraan selama perjalanan jarak jauh.
Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved