Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Isi Bensin Siang Hari Lebih Sedikit dibanding Malam, Benarkah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Basuki Eka Purnama
07/1/2026 21:33
Isi Bensin Siang Hari Lebih Sedikit dibanding Malam, Benarkah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi--Petugas mengisi BBM non subsidi pada kendaraan di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat, (02/01/2026).(MI/Usman Iskandar)

ANGGAPAN bahwa membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) pada siang hari menghasilkan volume yang lebih sedikit dibandingkan malam hari sering kali menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Fenomena ini kerap memicu keresahan bagi konsumen yang ingin mendapatkan nilai maksimal dari setiap liter yang mereka bayar.

Menanggapi hal tersebut, dosen Teknik Mesin dan Biosistem dari IPB University Dr. Leopold Oscar Nelwan memberikan penjelasan berbasis kajian fisika. 

Menurutnya, anggapan tersebut memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya dalam kehidupan sehari-hari tidaklah signifikan.

"Perbedaan tersebut memang ada. Hanya saja sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari," jelas Leopold.

MI/HO--Dosen Teknik Mesin dan Biosistem dari IPB University Dr. Leopold Oscar Nelwan

Hukum Pemuaian dan Massa Jenis

Secara teknis, BBM seperti bensin dan solar merupakan fluida yang akan mengalami pemuaian saat terjadi peningkatan suhu. Ketika suhu naik, ruang yang ditempati oleh molekul bahan bakar akan meluas sehingga volumenya bertambah. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun volumenya bertambah, massa dan kandungan energi total di dalamnya tetap sama.

"Secara fisika, ini adalah sifat alami fluida. Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah," ujarnya.

Masalah muncul karena sistem penjualan BBM di tingkat konsumen (hilir) saat ini berbasis volume atau liter, bukan berdasarkan massa (berat). Hal inilah yang secara teoritis membuat konsumen merasa mendapatkan "lebih sedikit" energi saat membeli bensin yang sedang memuai di siang hari.

Menghitung Selisih Volume

Berdasarkan koefisien muai volumetrik, bensin memiliki angka kisaran 0,00095–0,0011 per derajat Celsius, sementara solar sedikit lebih rendah di angka 0,0007–0,0009 per derajat Celsius.

Leopold memberikan gambaran sederhana: Jika seseorang mengisi 40 liter bensin pada siang hari dengan suhu BBM 2–3°C lebih tinggi dibanding malam hari, perbedaan volumenya hanya berkisar kurang dari 0,1 liter.

"Untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi," tambahnya. 

Selisih yang sangat tipis ini jika dikonversi ke jarak tempuh hanya setara dengan beberapa kilometer saja, yang mana sangat mudah dipengaruhi oleh variabel lain seperti kondisi lalu lintas atau tekanan ban.

Efisiensi vs Realitas Lapangan

Masyarakat diimbau untuk tidak terlalu terbebani dengan pemilihan waktu pengisian BBM. Leopold mengingatkan bahwa tangki penyimpanan di SPBU umumnya sudah dirancang dengan insulasi tertentu untuk meredam perubahan suhu lingkungan yang ekstrem.

Selain itu, upaya sengaja mencari waktu malam hari untuk mengisi bensin justru bisa menjadi bumerang secara finansial. 

"Kalau sengaja keluar malam hari hanya untuk mengisi bensin dengan jarak beberapa kilometer, bisa jadi justru BBM yang terpakai lebih banyak," ungkapnya.

Alih-alih terpaku pada waktu pengisian, konsumen disarankan untuk lebih fokus pada kualitas layanan SPBU dan perawatan rutin kendaraan. 

Menjaga kondisi mesin agar tetap prima jauh lebih efektif dalam memberikan efisiensi konsumsi BBM yang nyata dibandingkan mengejar selisih volume akibat suhu. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya