Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN dengan intensitas tinggi dan meningkatnya debit air di Waduk Benanga memicu banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Adapun hujan yang turun hingga Selasa (19/10) pagi berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Samarinda.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan BPBD Kota Samarinda melaporkan banjir melanda lima Kecamatan di wilayah. Adapun lokasinya meliputi Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecatan Ilir, Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Kunjang.
Berdasarkan hasil asesemen sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, sebanyak 3.606 KK atau 12.302 jiwa, serta 3.606 unit rumah terdampak banjir. "Informasi ini terus diperbarui dan dilakukan pendataan lebih lanjut di lokasi kejadian," ujar Abdul dalam keterangannya Kamis (21/10).
Baca juga: Tanggul Sungai Jebol, Ratusan Rumah di Kabupaten Bogor Terendam Banjir
Sementara itu, kondisi sejumlah wilayah masih tergenang banjir. Di antaranya, Kelurahan Gunung Lingai dan Kelurahan Termindung, yang terletak di Kecamatan Sungai Pinang. Terpantau tinggi muka air saat ini berkisar 5-10 cm. "Untuk di wilayah lain, secara keseluruhan tinggi muka air masih berkisar 30-70 cm," imbuhnya.
BPBD Kota Samarinda bersama unsur TNI-POLRI, disdamkar, relawan dan tim gabungan lainnya berupaya melakukan penanganan darurat. Seperti, mengerahkan 2 unit truk dalmas, truk serbaguna dan 7 unit perahu fiber untuk mobilisasi evakuasi warga. Tim gabungan juga berupaya mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Baca juga: Pemkab Muba Minta Bantuan Tim Ahli Padamkan Kebakaran Sumur Minyak Ilegal
Berdasarkan pantauan BMKG, Kota Samarinda berpotensi mengalami hujan hingga Minggu (24/10) mendatang. Sementara itu, untuk wilayah Kalimantan Timur, BMKG menginformasikan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat/petir di wilayah Kelay, Long Bagun, Long Apari, Karangan, Pulau Derawan, Sandaran dan Muara Wahau.
Hasil analisis InaRISK, Kota Samarinda memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. BNPB mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi risiko bencana hidrometeorologi. Salah satunya, membersihkan daerah aliran sungai (DAS) secara berkala.(OL-11)
Status tersebut menjadi langkah krusial guna menekan risiko banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang bisa saja terjadi saat intensitas hujan meningkat seperti saat ini.
Pemkot Pekanbaru resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025, terhitung mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.
SETIDAKNYA 31 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau.
Kecamatan Ile Ape merupakan salah satu kawasan ring satu atau kawasan terdekat dari Gunung Api Ile Ape (Lewotolok).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan status siaga bencana setelah Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari lebih dulu mengumumkan status siaga.
Pramono mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warta membuang sampah sembarangan.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved