Kamis 14 Oktober 2021, 16:29 WIB

Denda Prokes Covid-19 di Surabaya Terkumpul Rp3,7 M

Faishol Taselan | Nusantara
Denda Prokes Covid-19 di Surabaya Terkumpul Rp3,7 M

MI/Ardi
Ilustrasi pelanggar protokol kesehatan

 

PEMERINTAH Kota Surabaya mampu mengumpulkan uang denda Rp3,7 miliar dari pelanggaran protokol kesehatan selama pandemi covid-19.

"Denda itu, berdasarkan data yang dihimpun setidaknya ada 24 ribu pelanggar prokes selama pandemi covid-19," kata Koordinator Penegak Hukum dan Kedisiplinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Eddy Christijanto di Surabaya.

Menurutnya, jumlah pelanggar prokes covid-19 di Surabaya hingga kemarin sebanyak 24 ribu, baik perorangan maupun tempat usaha. Khusus untuk tempat usaha yang melanggar prokes sebanyak 870 tempat usaha. Sebagian besar pelanggar prokes tersebut kebanyakan mengabaikan pentingnya penggunaan masker, kemudian disusul dengan warga yang melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya kerumunan.

"Pelanggaran terbanyak tidak memakai masker. Jadi, mereka membawa masker tapi tidak dipakai, mereka juga tidak sedang makan atau minum. Kemudian kerumunan, yang paling mendominasi adalah warga abai dalam menggunakan masker," ujar Eddy.

Baca juga: DPRD: Capaian Denda Prokes Bukan Prestasi

Eddy memastikan para pelanggar prokes tersebut tetap dikenakan sanksi berupa kegiatan Tour Of Duty di makam pemakaman Covid-19, melakukan kerja sosial, denda administrasi, hingga penutupan tempat usaha. Untuk denda administrasi yang telah diberlakukan itu, terkumpul dana hingga mencapai Rp3,7 miliar yang langsung masuk ke kas daerah.

"Denda administrasi yang kita kumpulkan total dari laporan keuangan itu hampir Rp3,7 miliar. Sampai saat ini kami tetap memberikan sanksi pada warga yang melanggar prokes, namun tetap kita lakukan secara persuasif dan humanis," tuturnya.

Oleh karena itu, Eddy juga meminta kepada warga Kota Surabaya untuk tidak terlalu euforia dengan turunnya angka kasus positif Covid-19. Sebab, berdasarkan Instruksi Mendagri Kota Surabaya masih berada pada PPKM Level 3.

"Warga Kota Surabaya tolong jangan merasa turun level ini akhirnya euforia dan menyebabkan lalai dengan prokes. Padahal penerapan prokes ini sangat penting untuk mengantisipasi dari paparan penyebaran virus Covid-19. Jangan lengah, ayo tetap jaga prokesnya," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rahmad

BMKG Pantau Sirkulasi Siklonik di Kalimantan Bagian Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:00 WIB
Sirkulasi siklonik merupakan daerah pertemuan angin sehingga ketika angin bertemu terjadi penumpukan massa udara yang menyebabkan...
ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Banjir Rob Diprediksi akan Genangi Pesisir Belawan Sampai 24 Oktober

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 18 Oktober 2021, 22:18 WIB
BMKG mengimbau warga yang bermukim di wilayah pesisir Belawan untuk selalu waspada dan bersiap mengantisipasi dampak yang dapat...
Dok MI

Bulog Tulungagung Didemo Paguyuban Peternak Rakyat Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 22:00 WIB
Dalam unjuk rasa yang berlangsung kurang lebih sejam mulai pukul 10.00 WIB itu para demontsran membentangkan aneka poster berisi aneka...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya