Kamis 30 September 2021, 15:39 WIB

Padang Pariaman Dilanda Banjir, Empat Warga Meninggal 

Atalya Puspa | Nusantara
Padang Pariaman Dilanda Banjir, Empat Warga Meninggal 

Antara
Ilustrasi petugas BPBD mengevakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah Sumatra Barat.

 

CURAH hujan tinggi disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada Rabu (29/9) kemarin, menyebabkan bencana hidrometeorologi. Seperti, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang.

BNPB mengungkapkan peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa. Sebanyak empat orang meninggal dunia akibat tanah longsor dan lima orang luka-luka, serta kurang lebih 72 orang mengungsi.

Bencana banjir di wilayah tersebut merendam 338 unit rumah, 80 hektare lahan pertanian, satu unit fasilitas ibadah dan satu unit fasilitias pendidikan. Saat terjadi banjir, tinggi muka air berkisar 75-200 cm.

Baca juga: Hujan Lebat, Padang Dilanda Banjir dan Longsor

Kerusakan material akibat angin kencang menyebabkan 12 unit rumah rusak berat, 10 unit kios atau warung rusak, serta 30 kendaraan motor rusak. Terdapat pohon tumbang yang menimpa badan jalan provinsi akibat angin kencang. Sehingga, mengganggu akses lalu lintas dari Bandara Minangkabau ke Padang Pariaman.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman telah melakukan pendataan di lokasi kejadian. Berikut, melakukan giat pembersihan material akibat pohon tumbang, serta evakuasi warga bersama TNI, Polri dan warga setempat.

Operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Padang Pariaman Andri Liska Putra menjelaskan bahwa warga terdampak sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. "Sampai saat ini, masih melakukan giat evakuasi warga ke tempat yang lebih aman di rumah keluarga terdekat," ujar Andri dalam keterangannya, Kamis (30/9).

Baca juga: Pemprov Jateng dan Belanda Lanjutkan Kerja Sama Tangani Banjir

BPBD Kabupaten Padang Pariaman juga mengalami kendala dalam penanganan bencana. Hal itu disebabkan keterbatasan alat dan banyaknya titik bencana. "Kami masih menggunakan alat tradisional, seperti gerobak, cangkul dan gergaji mesin. Tapi, kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dukungan penanganan bencana," imbuh Andri.

Laporan pada Kamis (30/9) pagi, wilayah Padang Pariaman masih diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi. Banjir terpantau menggenangi beberapa titik dengan tinggi muka air 75-100 cm. Arus lalu lintas saat ini sudah normal kembali. Peristiwa ini berdampak pada 10 kecamatan dan 14 kelurahan.

BNPB mengimbau masyarakat dan perangkat daerah untuk meningkatkan kewaspadaan pada potensi bencana hidrometeorologi. Itu dengan memantau prakiraan cuaca pada laman BMKG dan potensi bencana pada inaRISK. Mempersiapkan lokasi evakuasi, serta melakukan simulasi rutin dalam menghadapi potensi bencana.(OL-11)

Baca Juga

MI/ HO

Dorong Ekspor, Bupati Tambrauw Bangun Infrastruktur Perikanan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 13:16 WIB
Infrastruktur ini berupa cold storage, air blast dan pabrik es, yang dibangun di Distrik Sausapor dan...
dok.ist

Sahabat Lamongan Optimis Sandiaga Uno Maju di Pilpres 2024

👤mediandonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 09:40 WIB
RATUSAN relawan Sahabat Sandi memberikan dukungan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pada pilpres...
Dok.Pemprov Sumbar

Gandeng Kemendagri dan ESQ, Pemprov Sumbar Luncurkan ASN BerAKHLAK

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 09:05 WIB
Ia berharap launching core values ini tidak hanya sampai di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya