Kamis 23 September 2021, 11:19 WIB

Ikut Ujian Kompetensi, Siswa LPK Karunia Bunda Siap Terjun di Dunia Kerja

Gabriel Langga | Nusantara
Ikut Ujian Kompetensi, Siswa LPK Karunia Bunda Siap Terjun di Dunia Kerja

MI/Gabriel Langga
Para peserta dengan mengenakan pakain kemeja putih sedang mengikuti ujian kompetensi nasional desain grafis dari Program Kemendikbud.

 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim telah meluncurkan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PPK). Program itu sangat dipercaya untuk menghasilkan lulusan yang dapat menjawab masalah pengangguran. 

Untuk itu, pihak Kemendikbud, melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Ditjen Pendidikan Vokasi menggandeng sejumlah lembaga kursus dan pelatihan yang ada di daerah. Salah satunya, lembaga kursus dan pelatihan (LKP) Karunia Bunda yang berada di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menggelar program pelatihan desain grafis level tiga.

Ada sekitar 40 peserta didik yang mengikuti pelatihan desain grafis yang dilaksanakan selama 38 hari di LKP Karunia Bunda. Pelatihan ini diberikan agar memiliki kompetensi di bidang keterampilan, khususnya desain grafis, sehingga untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Baca juga: Guru Positif Covid-19, PTM di SDN Kudang Uyah Masih Ditutup

Para peserta itu mengikuti ujian kompetensi nasional yang berlangsung, Kamis (23/9) agar mendapatkan sertifikat kompetensi untuk bekerja dan terserap di dunia kerja.

Pada acara pembukaan ujian kompetensi nasional, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengaku merasa terharu dan bangga kepada LKP Karunia Bunda telah memberikan kursus kepada peserta kursus dalam menghasilkan tenaga terampil yang siap dipakai di dunia kerja. 

Bagi dia, LPK Karunia Bunda merupakan tempat menyongsong masa depan anak-anak di luar pendidikan formal.

"Saya terharu dan bangga. Saya sangat mendukung keberadaan lembaga ini karena serius membangun sumber daya manusia yang siap pakai di Kabupaten Sikka sehingga peserta bisa mandiri bahkan bisa membuka lapangan kerja baru terutama di desain grafis," ujar Bupati Sikka.

Ia pun meminta lembaga LKP Karunia Bunda ini agar terus berkarya dalam mencetak tenaga-tenaga terampil khususnya di bidang digitalisasi.

"Pemerintah siap men-support dan memberikan fasilitas pendukung yang dibutuhkan oleh lembaga ini. Pemerintah pasti dengan caranya siap membantu lembaga Karunia Bunda dengan memberikan support fasilitas. Jadi saya minta silahkan sampaikan dengan proposal kepada pemerintah," tegas Bupati Sikka.

Sementara itu, Pengelola LKK Karunia Bunda Marianus Milo mengatakan, sudah dua tahun lembaganya mendapatkan bantuan program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dari Kemendikbud. 

Kursus diberikan gratis untuk anak muda dari kalangan tidak mampu yang baru tamat SMA/SMK dengan usia 17 sampai 25 tahun.

Lanjutnya, pada 2020, ada 50 peserta yang saat ini sudah selesai kursus dan bekerja di beberapa perusahaan yang ada di Maumere. 

Pada 2021, ada 40 anak muda baik perempuan dan laki-laki yang saat ini mendapatkan program dari Kemendikbud yang mengikuti kursus desain grafis.

Dikatakan Marinanus, ke-40 peserta didik itu telah menyelesaikan kegiatan pelatihan kursus komputer di lembaga ini selama 38 hari dan mengikuti ujian Kompetensi Nasional secara online. 

"Para peserta didik ini sudah 38 hari mengikuti pelatihan desain grafis di lembaga ini. Sesuai dengan ketentuan dari Kemendikbud, setiap hari kegiatan pelatihan ini dilakukan secara live, mulai dari absen, dan kegiatan pelatihan lainnya. Hari ini mereka mengikuti ujian kompetensi nasional kecakapan kerja. Uji kompetensi merupakan bukti pengakuan selama mengikuti kursus yang dianggap sudah menguasai," papar dia.

Dia pun mengaku sudah ada permintaan dari perusahaan yang ada di Kabupaten Sikka untuk pihaknya mengirim anak-anak yang sudah mengikuti ujian kompetensi nasional untuk bekerja di perusahan mereka yang bergerak di percetakan digital. 

"Sudah ada permintaan. Jadi setelah anak-anak kita selesai ujian dan dinyatakan lulus ujian kompetensi, kita akan kirim mereka untuk bekerja disana. Karena lulusan kita ini siap pakai di dunia kerja,"
pungkas Marianus. (OL-1) 

Baca Juga

ANTARA

Bank Sampah Dan TPS3R Kurangi Permasalahan Sampah Di Sleman

👤Agus Utantoro 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:59 WIB
210 unit bank sampah dan 25 unit TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle) mampu mengurangi permasalahan sampah di...
DOK Kemendikbudristek

Kemendikbudristek Dorong Pengembangan Usaha Kain Tenun Di NTT

👤Widhoroso 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:27 WIB
PROGRAM Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diluncurkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu...
MI/HERI SUSETYO

Polresta Sidoarjo Ungkap Perdagangan Burung Dilindungi asal Papua

👤Heri Susetyo 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:20 WIB
Tersangka mengaku mendapatkan burung endemik ini dari kapal ilegal yang merapat di sekitar wilayah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya