Rabu 22 September 2021, 23:14 WIB

Ratusan Sekolah Lanjutan Atas Di Sulsel Laksanakan PTM Terbatas

Lina Herlina | Nusantara
Ratusan Sekolah Lanjutan Atas Di Sulsel Laksanakan PTM Terbatas

DOK MI
Ilustrasi

 

SEBANYAK 633 sekolah tingkat menengah atas (SMA)/sederajat di Sulawesi Selatan mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Sekolah yang melaksanakan PTM terbatas itu berada di kabupaten/kota yang PPKM) Level 1, 2, dan 3.

"Masih ada dua kabupaten di Sulsel yaitu Kota Palopo dan Kabupaten Gowa yang belum meneraokan PTM," kata Andi Sudirman Sulaiman, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Rabu (21/9).

Menurut Sudirman, pemberlakuan pembelajaran tatap muka ini pun telah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, bahwa  PTM terbatas mulai bisa dilakukan di wilayah yang menerapkan PPKM Level 1, 2, dan 3. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pun sangat mendukung PTM terbatas dilakukan. Terlebih kondisi covid-19 di Sulsel mulai melandai.

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021, sudah tidak ada lagi daerah di Sulsel yang masuk dalam PPKM Level 4. Pada Inmendagri itu, disebutkan ada 18 kabupaten/kota di Sulsel yang masuk dalam PPKM  Level 2, dan 6 kabupaten/kota yang masuk dalam PPKM Level 3.

"Sudah ada Inmendagri terkait PTM pada level 1-3, yang menjadi dasar untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Ketentuan pembelajaran tatap muka terbatas sesuai dengan SKB 4 Menteri dan Inmendagri bagi level 1-3 bisa melakukan PTM dengan kapasitas PAUD 33 persen, SD, SMP, SMA/sederajat 50 persen, dan SLB 62-100 persen," sambung Sudirman.

Dia juga meminta bupati dan wali kota untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan kapasitas pelajar 50 persen. Sementara untuk PAUD hanya 33 persen, dan untuk SLB dengan kapasitas 62-100 persen. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan vaksinasi oleh tenaga pendidiknya

"Kita mengikuti arahan Mendagri, PTM terbatas dengan protokol kesehatan harus diperketat. Serta kita terus mendorong percepatan vaksinasi," tegas Sudirman.

Dia juga mengingatkan, pelaksanaan PTM ini perlu memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, serta mendorong pelaksanaan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta pelajar di atas usia 12 tahun, guna membangun herd immunity. (OL-15)

 

Baca Juga

DOK Kemendikbudristek

Kemendikbudristek Dorong Pengembangan Usaha Kain Tenun Di NTT

👤Widhoroso 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:27 WIB
PROGRAM Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diluncurkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu...
MI/HERI SUSETYO

Polresta Sidoarjo Ungkap Perdagangan Burung Dilindungi asal Papua

👤Heri Susetyo 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:20 WIB
Tersangka mengaku mendapatkan burung endemik ini dari kapal ilegal yang merapat di sekitar wilayah...
MI/APUL ISKANDAR

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Simalungun

👤Apul Iskandar 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:20 WIB
Semangat kami tidak surut untuk terus melakukan upaya membangun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya