Jumat 17 September 2021, 13:58 WIB

Nakes Gugur, Layanan Kesehatan di Pegunungan Bintang Lumpuh

Marcel Kelen | Nusantara
Nakes Gugur, Layanan Kesehatan di Pegunungan Bintang Lumpuh

ANTARA FOTO/Indrayadi TH
Sejumlah barang bukti diperlihatkan penangkapan anggota Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) [pegunungan Bintang di Makodam Cenderawasih

 

RATUSAN tenaga kesehatan (nakes) i Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Kamis (16/9) menggelar aksi long march turun jalan
dan membakar 1.000 lilin tanda duka cita atas gugurnya Suster Gabriela Meilani, rekan sejawat mereka akibat kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok pada Senin (13/9) lalu.

Dalam pernyataan sikap para nakes yang dibacakan oleh Sabinus Uropmabin mengatakan bahwa, nakes adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat yang seharusnya dilindungi oleh negara dan seluruh lapisan masyarakat.

"Para nakes prihatin dan menyesalkan aksi kekerasan yg dialami para sejawat mereka di Distrik Kiwirok yang menimbulkan korban jiwa serta satu nakes belum diketahui nasibnya," kata Sabinus.

Dengan ditariknya nakes di distrik-distrik dan kampung-kampung maka pelayanan kesehatan ke masyarakat secara otomatis berhenti. Dan ia meminta jangan salahkan para nakes karena ini bukan kehendak mereka.

"Para nakes hadir dan melayani di Kabupaten Pegunungan Bintang bukan untuk membunuh apalagi dibunuh," ujarnya.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito SIK, MKP mengatakan aksi long march dan bakar 1.000 lilin ini dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang Sabinus Uropmabin yang dimulai pada pukul 15.00 WIT hingga pukul 18.00 WIT dengan rute sepanjang Jalan Protokol di Kota Oksibil, Pegunungan Bintang.

"Rute diawali dari Jalan Kabiding menuju Pertigaan Mabilabol dilanjutkan pembacaan pernyataan sikap dan bakar 1.000 lilin dilanjutkan kembali aksi damai long march dan pemasangan bendera hitam sebagai tanda duka yang mendalam atas gugurnya rekan sejawat mereka dalam tugas pengabdian pelayanan kesehatan di Distrik Kiwirok," kata Cahyo.

Sebagaimana diketahui 13 September lalu terjadi penyerangan dan pembakaran yang dilakukan oleh KKB di Distrik Kiwirok yang
menyebabkan korban beberapa nakes, yaitu dokter, mantri dan perawat. Salah satu nakes yang gugur adalah Suster Gabriela Meilani, 22 setelah diserang KKB.

Hingga kini jenazah belum bisa dievakuasi karena sulitnya medan dengan kedalaman sekitar 500 meter, dan cuaca di Kiwirok tidak mendukung dilaksanakan evakuasi.

Aksi damai long march berakhir di halaman Polres Pegunungan Bintang yang diakhiri dengan doa bersama para nakes dan tokoh agama serta Kapolres dan para personel Polres Pegunungan Bintang. (N-1)

Baca Juga

MI/VICKY GUSTIAWAN

Lhoksumawe Kebut Vaksinasi Siswa 

👤Slamet Abdullah/Muklis Efendi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 15:35 WIB
Kepala Bidang Tata Usaha Dinas Pendidikan Aceh Cabang Lhoksumawe, Jamaludin, mengatakan sudah hampir 4.000 siswa di Kota Lhoksumawe telah...
MI/Andri Widiyanto

Luhut Sebut Perpres 87/2021 Percepat Investasi di Jawa Barat

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 15:16 WIB
Sebab, perpres tersebut menginstruksikan seluruh jajaran untuk mendukung pembangunan di kawasan industri Rebana dan wilayah Jawa Barat...
DOK/POLRESTA PALANGKA RAYA

Cegah Pelanggaran Prokes, Polsek Pahandut Awasi Acara Pernikahan

👤Surya Sriyanti 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 15:10 WIB
  Pengawasan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran protokol...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya