Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKAN hanya vaksinasi kepada masyarakat umum yang digencarkan Pemerintah Kota Palembang saat ini, melainkan juga sasaran vaksinasi difokuskan untuk usia pelajar. Karena itu, Pemkot Palembang mengupayakan realisasi vaksinasi bagi para siswa usia 12-18 tahun dapat lebih maksimal.
"Jumlah total anak-anak di atas 12 tahun selama dua hari kita vaksinasi ada 151 ribu orang, dan dari angka ini baru 40-50 persen yang sudah menjalani vaksin," ujar Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, Minggu (12/9).
Vaksinasi di kalangan pelajar ini sangat penting mengingat Pembelajaran Tatap Muka sudah mulai dilaksanakan. Pihaknya menargetkan vaksinasi siswa di Palembang harus tuntas pada Desember 2021.
Pemkot bakal rutin menyelenggarakan vaksinasi massal di setiap sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Kita akan terus agendakan vaksinasi massal," kata dia.
Baca juga : 1,4 Juta Warga Bandung Sudah Vaksinasi Dosis Pertama
Untuk alokasi vaksin bagi anak-anak, Fitrianti mengakui bahwa pihaknya sudah menyalurkan anak dengan stok yang sudah disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang. Meski jumlah vaksinasi bagi Palembang masih sangat terbatas.
"Bedasarkan petunjuk dari Presiden dan BIN, alokasi vaksin untuk anak-anak usia 12 tahun ke atas khususnya anak sekolah saat ini ada, namun akan disalurkan secara bertahap di setiap sekolah karena jumlahnya yang tidak banyak," ungkapnya.
Selain itu, Fitrianti juga mengimbau kepada seluruh guru yang belum divaksin agar segera mengikuti vaksinasi, agar PTM dapat berjalan optimal dan mendorong pencapaian target satu juta vaksinasi.
"Dari total 17 ribu guru SD dan SMP di Palembang saat ini, Alhamdulillah sekitar 90 persen sudah divaksin. Sedangkan untuk guru yang belum divaksin, saya imbau untuk sementara tetap mengajar secara daring, tapi tetap segera melaksanakan vaksinasi," tambah dia.
Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Palembang, Mirza Susanty menambahkan, vaksinasi untuk umum dan siswa sudah di atas persentase nasional. Secara keseluruhan, realisasi data vaksinasi terbaru di Palembang tinggal 38 persen hingga menembus target untuk dosis awal.
"Sedangkan dosis kedua tinggal 26 persen lagi. Tapi memang di angka ini persentase untuk pelajar masih minim, makanya perlu kita kejar," pngkasnya. (OL-2)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Soundrenalin 2025 resmi mendarat di Palembang dan menghadirkan deretan musisi lintas genre yang memanaskan dua venue sekaligus, CGC One Citra Grand City dan Pinewoods Restaurant & Park.
Pimpinan Baznas RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Nadratuzzaman Hosen mengatakan, RSB Kota Palembang ini akan dibangun di atas tanah seluas 2378 meter².
POLRES Asahan menangkap dua pelaku yang terlibat jaringan sabu ke Palembang di Dusun II, Desa Bangun Sari, Kecamatan Silo Laut, Minggu (9/11).
Kreativesia bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah ekspresi dan kolaborasi.
Kreativesia tahun ini akan berlangsung di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada 14–18 Oktober 2025.
Psikolog Sani B. Hermawan mendukung PP Tunas (PP No 17 Tahun 2025) sebagai langkah darurat melindungi anak di bawah 16 tahun dari kejahatan digital.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved