Minggu 12 September 2021, 13:42 WIB

Nyok.. Beriwisata Lagi ke Jawa Barat

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Nyok.. Beriwisata Lagi ke Jawa Barat

MI/Rudi Kurniawansyah
Suasana kebun teh Wayang Windu di Pengalengan, Jawa Barat, yang menjadi salah satu destinasi wisata.

 

MENTARI baru saja muncul malu-malu di ufuk timur. Sinarnya menyinari hangat tak membenci. Pada sudut halte Living Mall Jalan Ayani Kota Bekasi, Tari, 35, tak henti-henti mengecek jam tangannya yang menunjukkan pukul 6.00 WIB.

"Jadwal penjemputannya pukul 6.45 WIB. Memang masih lama tapi rasanya sudah tidak sabaran lagi berwisata. Udah 1,5 tahun lebih pandemi, kita tak pernah rekreasi. Ini rasanya sekarang sangat senang sekali," ujar Tari, bersama rombongan keluarganya, akhir pekan.

Tari, satu dari sejumlah warga Kota Bekasi dan ibukota Jakarta serta kota-kota penyangga seperti Depok, Tanggerang, yang sangat antusias untuk ikut beriwisata sehari ke Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/9).

Program wisata sehari yang diatur agen travel wisata @yangseru itu tergolong sangat murah dan hanya menggoroh kocek seharga Rp95 ribu.

Ditambah lagi biaya makan dan ongkos masuk sejumlah tempat wisata seperti wayang windu, kebun teh, dan rumah pengabdi setan yang semuanya berbiaya tambahan sebesar Rp100 ribu.

Yang seru juga mewajibkan para peserta melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan membawa sarung tangan.

Bukan hanya Tari yang ingin melepas stress akibat pandemi Covid-19 dengan berwisata murah, turunnya status PPKM level 3 membuat ribuan warga ibukota dan kota satelitnya tumpah ruah berwisata akhir pekan menuju ke Jawa Barat.

Apalagi sejumlah tempat wisata di daerah itu telah dinyatakan boleh dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Pemandangan padatnya manusia tampak pada sejumlah lokasi rest area jalan tol menuju Bandung, Jawa Barat. Kemacetan kendaraanpun terjadi pada sejumlah titik.

Suasana keramaian juga terlihat di sejumlah tempat wisata yang dituju. Seperti di kebun teh Wayang Windu, Pengalengan, Jawa Barat. Ribuan wisatawan lokal menikmati pemadangan indah khas area perbukitan setinggi 1.800 mdpl di perkebunan teh milik PTPN VIII tersebut.

Para pengunjung wisata wajib mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes). Selain itu, pengelola wisata juga harus melaksanakan kewajiban peduli lindungi, menyediakan pembersih tangan, dan menyemprotkan disinfektan untuk pembersihan.

"Indah pemandangannya dan sejuk sekali hawa udaranya. Pokoknya bahagialah di sini," tutur Ayu, 21, mahasiswi asal Jakarta.

Panitia Even Wisata Yangseru Aziz mengatakan paket wisata murah sehari ke Jawa Barat baru saja dimulai sejak PPKM turun ke level 3. Terakhir paket wisata serupa digelar pada hari raya Idul Fitri yang lalu.

"Kami pelaku wisata yang merasakan betul dampak pandemi Covid-19. Sudah lama tidak jalan dan ini baru kembali untuk memulai lagi. Kami harapkan selekasnya kondisi pulih seperti sedia kala," ungkapnya.

Senada dengan itu, Ghea Nurul Imam dan Jonex, dua panitia yang masih belia itu berharap dukungan pemerintah untuk membantu para pelaku wisata dalam memulihkan kondisi pariwisata yang anjlok akibat pandemi.

"Kalau dari warga memang sudah ingin banget berwisata. Kalau dari kami juga ingin membantu teman-teman jomblo yang mau mencari jodoh. Mana tau yak bertemu di sini," selorohnya seraya tertawa.(RK/OL-09)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Turun, Masyarakat Jangan Euforia

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 23 September 2021, 06:35 WIB
Kasus covid-19 di Klaten kini menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Namun, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak...
Antara

Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Di DIY Mulai Dialihkan Ke Pasien Umum

👤Ardi Teristi 🕔Rabu 22 September 2021, 23:22 WIB
Beberapa rumah sakit rujukan di DIY mulai mengganti peruntukan tempat tidur pasien, dari untuk menangani pasien Covid-19 menjadi tempat...
DOK MI

Ratusan Sekolah Lanjutan Atas Di Sulsel Laksanakan PTM Terbatas

👤Lina Herlina 🕔Rabu 22 September 2021, 23:14 WIB
SEBANYAK 633 sekolah tingkat menengah atas (SMA)/sederajat di Sulawesi Selatan mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya