Rabu 08 September 2021, 18:48 WIB

Cianjur Waspadai Anomali Perubahan Cuaca

Benny Bastiandy | Nusantara
Cianjur Waspadai Anomali Perubahan Cuaca

ANTARA
Ilustrasi

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan dengan anomali cuaca yang bisa terjadi secara drastis. Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya potensi bencana.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan, tak memungkiri dengan terjadinya anomali cuaca saat ini. Dampaknya, potensi kebencanaan pun berpeluang terjadi.

"Betul, saat ini seperti terjadi anomali cuaca. Pergantian level dari kering ke hujan, kemudian hujan ke kering," terang Irfan, Rabu (8/9).

Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terjadinya potensi bencana. Semua relawan tangguh bencana (Retana) di 360 desa dan kelurahan juga sudah diminta siaga.

"Semua harus siap siaga. Tapi hujan memang belum merata. Masih ada wilayah yang mengalami kekeringan," tukasnya.

Ia mencontohkan pada Senin (6/9) malam. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Cianjur setelah beberapa pekan terakhir cuaca sangat panas. "Dari laporan yang masuk, terjadi beberapa bencana di sejumlah kecamatan pada Senin malam," terangnya.

Data BPBD, bencana terjadi di Kecamatan Sukanagara dan Kecamatan Takokak. Di Kecamatan Sukanagara terjadi tanah longsor di Kampung Cikawung RT 3/4 Desa Sindangsari.

Akibatnya, bangunan rumah salah seorang warga pada bagian belakang mengalami roboh dengan panjang 3 meter dan tinggi 1,5 meter. Saat ini penghuninya berjumlah 4 orang diungsikan sementara ke rumah kerabat.

Tanah longsor juga terjadi di Kampung Cikawunggirang RT 02/13 Desa Pasawahan Kecamatan Takokak. Sebuah tebing yang longsor menimbun rumah warga yang dihuni 2 kepala keluarga atau 5 jiwa. Selain itu, terdapat 1 rumah yang bergeser serta 5 rumah warga lainnya dihuni 18 jiwa dalam kondisi terancam.

Masih di Desa Pasawahan Kecamatan Takokak, ruas jalan di wilayah itu terendam banjir meluapnya saluran air saat hujan deras. Ketinggian air mencapai sekitar 20 sentimeter.

"Petugas di lapangan sudah melakukan asesmen di lapangan. Kondisinya sudah kami koordinasikan dengan aparatur pemerintahan setempat. Untuk bantuan logistik sudah kami salurkan," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

MI/YOSEPH PENCAWAN

Ijeck Ajak Alumni UGM Terlibat Benahi Bukit Lawang dan Tangkahan

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 07 Desember 2021, 22:20 WIB
Sumatra Utara tengah giat membangun infrastruktur wisata, sehingga membutuhkan keterlibatan semua...
DOK MI

Polda Jabar Tetap Terapkan Pembatasan Mobilitas Saat Libur Nataru

👤Depi Gunawan 🕔Selasa 07 Desember 2021, 22:17 WIB
PEMERINTAH batal menerapkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia pada periode...
DOK/RUMGAPRES

Penanganan Bencana Gunung Semeru belum Terkoordinasi dengan Baik

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 07 Desember 2021, 22:15 WIB
Penanganan bencana sejak Sabtu (4/12) sampai kini belum terkendali mulai data korban, logistik, alat berat, bantuan masyarakat hingga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya