Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN hektare sabana di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, hangus terbakar api, pada Kamis (2/9). Kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 11.00 Wita, sekitar perbukitan sabana Aeramo. Titik api diduga berasal dari arah tenggara perbukitan dan terus terbawa angin ke timur dan merambat hingga ke barat.
Rerumputan sabana yang telah kering pada puncak musim panas tahun ini membuat api dengan cepat menghanguskan perbukitan sabana Aeramo. Selain itu embusan angin yang cukup kencang membuat api cepat bergerak hingga ke permukiman warga dan membakar habis sabana sekitar Gua Jepang Rane.
Berbagai tanaman yang telah ditanam oleh para pemuda Komunitas Gua Jepang Rane serta fasilitas pendukung sekitar tempat wisata juga ludes dilalap api. Beni, salah satu wakil ketua pemuda komunitas situs gua jepang rane yang terlihat di dekat lokasi, berusaha menyelamatkan beberapa fasilitas pendukung berupa papan nama tulisan agar tidak dilalap api.
Ia mengaku kesal dan kecewa, lantaran fasilitas Gua Jepang Rane telah dikelola dan ditata baik oleh sejumlah pemuda tetapi hangus terbakar dalam sekejap. Menurut Beni, ia dan sejumlah temannya tidak sempat memadamkan api karena banyak dari mereka yang sedang bekerja di sawah. Mereka baru mengetahui Gua Jepang Rane terbakar dari postingan di media sosial sehingga ia bergegas mendatangi lokasi kebakaran.
"Kecewa dan kesal juga tapi kami tidak bisa buat apa-apa. Tadi juga kami tahu ada kebakaran ketika lihat ada orang posting di Facebook. Makanya saya langsung lari ke sini. Namun itu sudah satu jam. Sebagian besar sudah terbakar. Hanya plang-plang yang masih tersisa. Bunga semua yang kami tanam ludes semua," keluhnya.
Kebakaran itu juga nyaris menghanguskan antena komunikasi yang juga berada puncak bukit di Situs Gua Jepang Rane. Beruntung karena sedikitnya rerumputan sekitar antena sehingga antena bisa terselamatkan dan hanya bungkusan kabel yang terlihat sedikit terkelupas.
Begitu pun dengan Sekolah Dasar Inpres Ratedosa yang nyaris dilalap api. Beruntung mobil pemadam kebakaran dari Satpol PP yang cepat turun ke lokasi untuk memadamkan api. Sejumlah petugas pemadam kebakaran sigap di sekitar permukiman warga ketika api mulai merambat dekat perbukitan sabana yang terbakar.
Ino dan San, dua petugas pemadam kebakaran Satpol PP, yang sigap di lokasi ketika ditemui Media Indonesia mengungkapkan mereka terus menyisir lokasi permukiman warga yang dekat sabana karena sangat rawan terbakar oleh angin yang terus berembus. "Kami terus menjaga dengan mobil pemadam. Tadi dari sekolah terus ke dapur ini. Dapur warga dekat sekali dengan sabana kering," kata mereka berdua seraya menunjuk api yang mulai mengarah ke dapur warga.
Baca juga: NasDem NTT Sasar Rumah Ibadah Untuk Percepat Vaksinasi Covid-19
Sejumlah pengguna kendaraan bermotor sempat terganggu akibat asap api yang menghalangi jarak pandang. Sejumlah warga menduga kebakaran ini dilakukan secara sengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka meminta pihak kepolisian mengungkap peristiwa ini karena terus berulang sepanjang tahun ketika musim kemarau. (OL-14)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Jumlah kasus meningkat karena masifnya sosialiasasi dan pendampingan tim UPTD PPA sehingga korban berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami.
Pemerintah mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada 8 September lalu dengan memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan.
BPBD mencatat total kerugian akibat banjir dan longsor di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditaksir mencapai Rp90, 69 Miliar.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat bencana.
Tim terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggali material banjir serta drone thermal untuk pemantauan udara.
“Ketiganya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka yang belum sepenuhnya tersapu banjir,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved