Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara meminta Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) untuk memperbanyak tanaman pangan di daerahnya, dan menekan perluasan perkebunan sawit.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut Azhar Harahap mengatakan, Gubernur Edy Rahmayadi telah mendorong Kabupaten Labura untuk dapat menjadi contoh daerah dengan ketahanan pangan yang baik.
"Dengan ketahanan pangan yang baik Kabupaten Labura bisa berkembang lebih cepat," ujarnya, Kamis (26/8).
Salah satunya diarahkan kepada para kepala desa dengan meminta mereka mengajak petani untuk meningkatkan budidaya tanaman pangan.
Kabupaten Labura juga diminta untuk tidak memperluas perkebunan kelapa sawit. Perluasan agar dilakukan terhadap tanaman pangan dengan melihat karakteristik daerah.
"Perlu dikaji tanaman pangan apa yang cocok ditanam di situ. Atau paling tidak, rumah tangga menanam cabai, sayuran, atau yang lain," ujar Azhar.
Dengan kondisi alam yang dimiliki seharusnya Labura mampu menjadi contoh, daerah dengan ketahanan pangan yang baik. Sehingga angka produktifitas tanaman pangan yang ada saat ini dapat diubah.
Yang mana meskipun produksi berasnya surplus, tetapi komoditas pangan lain, seperti jagung, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan
kentang, masih defisit.
Jagung misalnya, Labura baru mampu memproduksi 29% dari hasil pertanian dan perkebunannya. Kemudian cabai merah 2% dan cabai rawit 7%.
Produksi bawang merah, bawang putih dan kentang di Labura bahkan masih di angka 0%. Dengan kondisi itu, produksi bahan pangan strategis di Labura dinilai masih sangat rendah.
Labuhanbatu Utara merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Labuhanbatu yang terdiri dari delapan kecamatan. Labuhanbatu dimekarkan menjadi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Dalam Review RPJM 2014-2018, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Labura melaporkan bahwa sebagian besar daerahnya ditutupi perkebunan tropis homogen, persawahan, perkampungan dan sebagian besar perkebunan kelapa sawit.(OL-13)
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,8 di Tojounauna tidak Berpotensi Tsunami
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Purbaya mengingatkan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk bisa kembali melakukan praktik under invoicing.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Siklon tropis Senyar yang membawa curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utama banjir. Namun, menurutnya, faktor manusia dan aktivitas industri juga perlu dikaji lebih serius.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved