Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Wali Kota Kupang Hermanus Man menegaskan tidak ada izin untuk menyelenggarakan pesta dan acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
Hermanus, dalam rapat evaluasi PPKM Level 4 tingkat Kota Kupang, di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (19/8) mengatakan evaluasi itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas evaluasi PPKM Level 4 untuk Wilayah Papua, Maluku dan NTT, bersama Menko Perekonomian dan sejumlah menteri terkait, sehari sebelumnya.
Ia mengakui penerapan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas di Kota Kupang masih belum optimal. Ia juga menyebut mobilisasi warga masih sangat tinggi dan menjadi sorotan pemerintah pusat dalam evaluasi yang berlangsung.
Menurut Hermanus, hampir setiap hari tim patroli gabungan pemda dan TNI-Polri menemukan masih ada warga yang menyelenggarakan pesta dan harus ditertibkan, bahkan dibubarkan.
"Ada laporan warga berani buat pesta karena mengaku sudah dapat izin, karena itu saya tegaskan tidak ada izin untuk menyelenggarakan pesta atau acara apa pun selama masih diberlakukan PPKM Level ;4 yang masih berlaku di daerah ini," katanya.
Selain pesta, ada beberapa pelanggaran yang masih dilakukan warga terkait protokol kesehatan. Diantaranya soal pemakaian masker yang belum semua warga taati, jumlah pengunjung di mall dan pasar modern yang melampaui batas ketentuan serta belum semua pedagang kuliner yang menjalankan ketentuan tidak boleh makan di tempat berjualan.
Hermanus menegaskan belum disiplinnya warga mengakibatkan kasus positif Covid-19 di Kota Kupang belum menurun secara signifikan. "Secara epidemiologi, penularan COVID-19 di Kota Kupang masih tinggi, dibuktikan dari angka tes yang masih tinggi. Namun diakuinya tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 mengalami kenaikan yang menunjukkan upaya penanganan sudah lebih baik, ditunjang oleh ketersediaan obat dan oksigen," kata Hermanus. (Ant/OL-15)
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Dalam perkara ini, penyidik Polres Belu menerapkan Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana
Jenis kombong lajar kini dijual Rp50.000 per 11 ekor. Sementara ikan belang kuning yang sebelumnya dijual sekitar Rp30.000 ekor, kini naik menjadi Rp50.000 ekor.
ANTUSIASME masyarakat Kota Kupang terhadap vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) melampaui ekspektasi. Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (3/2), jumlah pendaftar mencapai 370 orang.
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Sjafrie menegaskan bahwa sejarah perjalanan Timor Timur adalah urusan kebangsaan yang harus diletakkan pada fondasi empati dan persaudaraan.
Sinergi seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam memastikan pengoperasian bandara internasional dapat berjalan optimal sejak hari pertama.
MENJELANG Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengungkapkan telah melakukan berbagai cara untuk meredam harga utamanya komoditas pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved