Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Angin Kencang Hantam Kupang, Bocah 9 Tahun Terbawa Angin Bersama Rumah  

Palce Amalo
24/1/2026 18:27
Angin Kencang Hantam Kupang, Bocah 9 Tahun Terbawa Angin Bersama Rumah  
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengunjuni warga yang rumahnya rata dengan tanah akibat hujan lebat dan angin kencang di Kelurahan Belo, Kota Kupang.(Dok. MI/Palce Amalo)

HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan. 

Di Kelurahan Belo, seorang bocah perempuan berusia 9 tahun terbawa angin bersama bagian rumahnya hingga sejauh sekitar lima meter. Saat kejadian, Ludwina Pakae, berada di rumah bersama ketiga anaknya, sedangkan sang suami, Ferdinandus Ledi, sedang bekerja di Kalimantan Timur.

“Waktu itu angin datang sangat kuat. Pas saya buka pintu, angin langsung masuk dan rumah goyang. Tiba-tiba nona Stella sudah tidak ada di dalam rumah,” tutur Ludwina dengan suara bergetar saat ditemui Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di bekas rumahnya. 

Menurutnya, Stella terseret angin kencang bersama kayu dan bagian rumah hingga terhempas ke arah pohon gamal yang berada sekitar lima meter dari rumah. Korban ditemukan terjatuh di area rumput dekat pohon tersebut setelah sempat berteriak meminta tolong. “Saya dengar dia teriak dari dalam rumput. Untung dia masih sadar,” ujarnya.

Beruntung, kondisi Stela dilaporkan relatif baik dan tidak mengalami luka serius. “Hanya kakinya yang terbentur batu,” tambah Ludwina.

Sementara itu, dua anak lainnya berhasil diselamatkan. Erwin, 7, terbawa angin hingga ke dalam kolong tepat, sedangkan Irwan, 3, tidak terlepas dari gendonga sang ibu.“Adiknya yang kecil ada di kolong tempat tidur, saya langsung gendong,” ungkapnya.

Angin kencang tersebut menyebabkan rumah keluarga Ludwina rata dengan tanah, menyisakan fondasi yang masih terlihat. “Fondasinya masih ada, tapi rumah sudah tidak ada lagi,” katanya.

Untuk sementara waktu, Ludwina dan ketiga anaknya terpaksa mengungsi dan tinggal di rumah kos di sekitar lokasi kejadian. Terkait biaya sewa, Ludwina mengaku masih menunggu bantuan.

Satu Korban Luka Berat 

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 35 rumah warga terdampak angin kencang di Kupang, termasuk satu bangunan gereja, di wilayah RT 01 dan RT 02 Kelurahan Belo. 

Lurah Belo, Robinson Lona mengatakan, korban luka berat mengalami luka di bagian leher akibat terkena seng atap rumah yang beterbangan saat angin kencang. Korban sudah menjalani operasi di Rumah Sakit Santo Carolus Kupang.

Peristiwa tersebut berlangsung dalam kondisi gelap ketika korban berusaha menyelamatkan diri, sehingga tidak sempat menghindari seng yang terlepas dari atap.

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang. Satu korban mengalami luka di bagian wajah, sedangkan korban lainnya  mengalami luka di kepala, pundak, dan kaki.

Sementara itu, Wagub NTT Johni Asadoma mengatakan kunjungan ke lokasi bencana untuk memastikan langkah bantuan yang dapat diberikan pemerintah. Ia mencontohkan salah satu rumah warga bernama Antonius Manu, 49, rata dengan tanah, serta rumah milik Ludwina Pakae tersebut.

 “Seperti rumah Antonius yang rata dengan tanah, nanti kita akan bantu agar bisa mendapatkan rumah layak huni. Pemerintah Provinsi punya program untuk itu,” jelasnya.

Terkait rumah warga lainnya, Johni mengatakan bantuan akan diberikan setelah proses pendataan selesai dan dikoordinasikan bersama Pemerintah Kota Kupang.
 
Sementara itu, untuk bangunan gereja yang terdampak, Johni memastikan pemerintah provinsi juga akan memberikan bantuan.  

Namun, Johni menekankan pentingnya perbaikan desain konstruksi bangunan, khususnya atap, agar lebih kuat dan tahan terhadap angin kencang. Ia menilai kerusakan pada gereja terjadi akibat desain rangka atap yang kurang kokoh.

“Perlu didesain ulang supaya atap tidak mudah terangkat saat angin kencang. Pendeta dan jemaat perlu duduk bersama mencari ahli yang bisa menghitung kekuatan konstruksi,” tegasnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya