Rabu 04 Agustus 2021, 20:02 WIB

Kisah Industri Wisata di Kota Bandung yang Hancur Lebur

Naviandri | Nusantara
Kisah Industri Wisata di Kota Bandung yang Hancur Lebur

Antara/Raisan Al Farisi.
Kebun binatang di Bandung.

 

SALAH satu sektor yang paling terpukul dengan PPKM Darurat di Kota Bandung yaitu sektor pariwisata. Perpanjangan PPKM hingga 9 Agustus 2021 semakin menambah terpuruknya dunia pariwisata di Bandung.

"Sejak pemberlakuan PSBB secara proporsional Juni 2020, tempat wisata dan tempat hiburan di Kota Bandung sudah tidak beroperasi karena mengikuti instruksi pemerintah. Ini terus berlanjut dengan keberadaan PPKM," kata Kepala Bidang Kepariwisataan Disbudpar Kota Bandung, Edward Parlindungan, di Bandung, kemarin.

Edward mencontohkan Kebun Binatang Bandung. "Selama ini kami terus berkomunikasi dengan beberapa donatur dan 
berusaha menggugah masyarakat untuk bisa membantu kebun binatang melangsungkan kehidupannya," jelasnya.

Selain kebun binatang, sektor yang juga mengalami keterpurukan yakni hotel. Ini bisa dilihat dari tingkat keterisian kamar di hotel hingga di bawah 10%. Hal ini mengindikasikan terjadi penurunan angka wisatawan yang datang ke Bandung.

"Jelas ini sudah jauh dari kondisi tahun lalu pada Juni, Juli, dan Agustus. Sekarang dari Juni bisa dilihat bahwa keterisian hotel di bawah 10% dan beberapa tempat di tujuan wisata ditutup. Jelas memang wisatawan tidak bisa hadir ke Kota Bandung," imbuhnya.

Namun demikian, pihaknya meminta para pelaku ekonomi untuk bersabar dan menahan diri, karena sejatinya PPKM untuk kepentingan dan keselamatan bersama. Kalau kasus covid-19 terus meningkat ini akan semakin memperburuk perekonomian.

"Kalau nanti sudah semakin baik levelnya, aktivitas akan sedikit dilonggarkan. Beberapa kegiatan bisa direlaksasi sehingga bisa menghidupkan kembali perekonomian. Mari kita sama-sama menyikapi kondisi ini dengan seksama agar kita bisa lebih baik lagi ke depan," ujarnya.

Baca juga: Angka Covid-19 di Bali Melonjak, IDI Sarankan Penyitas Donor Plasma Konvalesen

Menyikapi kondisi itu, Ketua BPD PHRI Jawa Barat Herman Muchtar meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan relaksasi terhadap pelaku usaha di bidang hotel, restoran, dan wisata di Kota Bandung. "Seperti pembebasan pajak. Memang saat ini hotel yang dipakai untuk tempat isolasi mandiri (isoman) diberi keringanan dengan pembebasan pajak. Tapi saya berharap pembebasan itu diberikan kepada semua hotel, restoran, dan tempat wisata," katanya. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Agriensia Raya

Oleh-Oleh Kekinian Asli Medan Ini Buka Gerai Kedua, Beri Kejutan Bagi Penumpang Pesawat

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 23:08 WIB
Bolu Stim Menara merupakan makanan kekinian asli Medan yang mampu menjadikan bahan baku asli Medan seperti pandan, markisa, srikaya, jeruk...
DOK Telkomsel.

Kartu Telekomunikasi yang Dipakai Surfer WSL di Banyuwangi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:20 WIB
Lokasi WSL tepat berada di kelengkungan bumi sehingga tim network memasang dua combat yakni Plengkung dan...
MI/Benny Bastiandy

Pemandian Air Panas Alami di Pasar Cipanas Jadi Daya Tarik Wisata

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:06 WIB
PASAR Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki potensi sumber air panas alami. Saat ini potensinya sudah ditata sedemikian rupa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya