Rabu 21 Juli 2021, 15:46 WIB

Peti Jenazah Habis, Pemakaman Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri dengan Kantong Mayat

Nurul Hidayah | Nusantara
Peti Jenazah Habis, Pemakaman Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri dengan Kantong Mayat

MI/Agus Utantoro.
Ilustrasi membuat peti jenazah.

 

PETI jenazah habis untuk pasien covid-19 yang meninggal di rumah atau isolasi mandiri. Pemakaman untuk sementara menggunakan kantong mayat.

Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon, Khaerul Bahtiar, menjelaskan sejak 3-4 hari lalu peti mati untuk pasien covid-19 yang meninggal di rumah telah habis. "Karenanya tim pemulasaraan jenazah hanya menggunakan kantong mayat untuk memakamkan warga yang meninggal karena covid-19 di rumah," ungkap Khaerul, Rabu (21/7).

Kondisi ini diperparah dengan minimnya persediaan kantong mayat yang dimiliki oleh KPBD Kota Cirebon. "Stok kami tinggal 50 kantong. Nanti kami kirim lagi ke tim pemulasaraan sebanyak 30," ungkap Khaerul. Dengan demikian, jenazah pasien yang meninggal karena covid-19 bisa segera dimakamkan.

Untuk mengatasi kekurangan kantong mayat, pihaknya sudah berkirim surat kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jabar. Mereka meminta sebanyak mungkin stok kantong mayat untuk Kota Cirebon. "Karena yang memiliki kewenangan untuk mengusulkan itu kami," ungkap Khaerul.

Selain itu pihaknya akan melakukan MoU dengan PT Polytama di Indramayu sebagai distributor kantong mayat. "MoU-nya nanti langsung dengan Pemkot Cirebon," ungkap Khaerul. Dengan MoU tersebut diharapkan ketersediaan kantong mayat bisa terpenuhi di Kota Cirebon.

Kota Cirebon bekerja sama dengan At-Taqwa Center Masjid Raya At-Taqwa membentuk tim pemulasaraan untuk pasien covid-19 yang meninggal di rumah. Dengan demikian, pemulasaraan jenazah tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan dan syariat agama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, menjelaskan pihaknya sudah mendapat laporan terkait ketersediaan sarana dan prasarana tim pemulasaraan. "Kami sudah meminta kepada dinas kesehatan untuk bisa melakukan koordinasi kelengkapan APD dan kantong jenazah," ungkap Agus. 

Baca juga: Persediaan Peti Mati di Karawang Menipis

Untuk peti mati, Agus meminta kepada Dinkes untuk segera membuat buffer stock. Penguburan jenazah pasien covid-19 menggunakan kantong mayat, menurut Agus, tetap bisa dilakukan dan sesuai dengan protokol kesehatan dan fatwa MUI. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/Bayu Pratama S

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, PPKM Level 4 di Kalsel Diperpanjang

👤Denny Susanto 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 06:31 WIB
Kota Banjarmasin, ibu kota provinsi Kalsel tersebut, menjadi penyumbang kasus terbanyak yaitu 12.663 kasus bersama Kota Banjarbaru sebanyak...
Dok. Pribadi

Mengenal Sosok Kompol Andri Kurniawan, Reserse Peraih Sejumlah Penghargaan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 02 Agustus 2021, 22:42 WIB
Bermodalkan ilmu yang ia dapat selama masa pendidikan, Andri lebih dominan bertugas di satuan reserse. Tak heran, selama berada di Polda...
Antara

Tercapai 63 Persen, Warga Batam Butuh Pasokan Vaksin Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 21:00 WIB
Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, belum berhasil mencapai target vaksinasi dosis pertama terhadap 70 persen warga sasaran pada akhir...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya