Rabu 21 Juli 2021, 14:04 WIB

Aparat Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Lapas Klas IIA Pematangsiantar

Apul Iskandar | Nusantara
Aparat Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Lapas Klas IIA Pematangsiantar

MI/Apul Iskandar
Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pematangsiantar kembali menggagalkan masuknya narkoba ke dalam Lapas tersebut, Selasa (20/7/2021)

 

LEMBAGA Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pematangsiantar kembali menggagalkan masuknya narkoba ke dalam Lapas. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIA Pematangsiantar Rudy Fernando Sianturi melalui Humas Daniel Sitindaon mengungkapkan petugas pos menara Lapas Taufiq Sipayung, Selasa (20/7) dinihari mendengar ada suara yang mencurigakan dari seputaran tembok lapas. Petugas menara langsung bergerak memantau serta memeriksa di sekitaran pos menara tersebut.

"Ketika disenter dari atas menara tampak kelihatan barang mencurigakan berupa plastik kresek berwarna biru. Kemudian petugas pos menara tersebut segera melaporkan kejadian tersebut kepada komandan regu jaga Juyandri Saragih, kemudian berupaya menyenter ke arah luar tembok namun karena situasi di luar tembok kurang pencahayaan pelaku pelemparan tersebut tidak terlihat," kata Daniel dalam keterangannya, Rabu (21/7).

Selanjutnya laporan tersebut langsung direspons cepat dan ditindaklanjuti oleh komandan regu jaga dan melaporkannya  kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Sahat Bangun dan Kalapas Rudy Fernando Sianturi.

Setelah informasi didapat, Kalapas selanjutnya memberi arahan agar bungkusan plastik biru yang dicurigai tersebut dipantau untuk menemukan siapa yang akan menjemput barang mencurigakan tersebut.

"Namun sampai pukul 10.00 pagi tidak ada yang menyentuh barang mencurigakan tersebut dan kemudian Kalapas memerintahkan agar segera dilaporkan ke Sat Narkoba Polres Simalungun," jelasnya.

Sekitar pukul 14.00 wib tim dari Sat Narkoba Polres Simalungun Aipda Ahmad Sopawi segera mengecek dan memeriksa langsung lokasi penemuan dan barang mencurigakan tersebut. Saat dibuka bungkusan tersebut ditemukan berisi 7 bal besar  diduga narkoba jenis ganja dan 5 bungkusan plastik klip ukuran besar yang diduga narkoba jenis sabu. Barang tersebut diamankan dan dibawa ke Mapolres Simalungun.

Kalapas Rudi Fernando Sianturi menerangkan tindakan pencegahan yang dilakukan petugas tersebut merupakan pencegahan yang kedua kalinya agar narkoba tidak masuk ke dalam Lapas Klas IIA Pematangsiantar.

"Namun sangat disayangkan kita belum bisa mengetahui kepada siapa barang tersebut akan dituju dan siapa pelaku pelemparan tersebut," katanya.

baca juga:  Narkoba

Berdasarkan arahan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Sumut Rudy meminta agar setiap petugas memperketat pengawasan, menggeledah dan memeriksa setiap barang dan orang yang akan melewati penjaga pintu utama (P2U).

"Kepada petugas pengamanan khusunya petugas pintu utama agar lebih meningkatkan pemeriksaan serta penggeledahan. Hal ini merupakan wujud keseriusan Lapas Klas IIA Pematangsiantar dalam hal  bersih dari narkoba serta mewujudkan zona integritas dan wilayah menuju WBK dan WBBM," tandasnya. (N-1)

 

 

Baca Juga

Antara

Stok Oksigen untuk Pasien Covid-19 di NTT Aman

👤Palce Amalo 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 13:05 WIB
PERSEDIAAN oksigen di 50 rumah sakit rujukan covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan...
MI/Heru Susetyo

Pemkab Sidoarjo Siapkan Beasiswa Anak Yatim Akibat Covid-19

👤Heri Susetyo 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 12:55 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur akan memberikan beasiswa pendidikan, kepada anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat positif...
Ant/Idhad Zakaria

PMI Yogyakarta Tambah Lima Mesin Plasma Konvalesen

👤Ardi T Hardi 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 12:45 WIB
PMI Kota Yogya, DIY akan menambah hingga lima mesin plasma konvalesen. Upaya ini agar PMI Yogyakarta bisa lebih banyak memproduksi plasma...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya