Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo membeli seekor sapi untuk sembelihan kurban Idul Adha 1442 Hijriaah/2021 milik seorang guru bernama Warsana di Sleman. Sapi yang berbobot 800 kg itu dibeli dengan harga Rp60 juta.
Wasana, pemilik sapi mengungkapkan sapi yang berusia 4 tahun itu, sebelumnya telah diikutkan seleksi yang digelar Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.
"Penilaian hasil seleksi itu selanjutnya dikirim ke DIY dan kemudian ke Jakarta," katanya. Namun ia mengaku tidak tahu persis berapa ekor sapi yang masuk dalam seleksi tersebut.
"Beberapa hari lalu saya dikabari jika sapi saya lolos dan dibeli oleh Pak Jokowi. Terkejut juga, mungkin ini rezekinya saya," terang Wasana, Minggu (18/7/2021).
Wasana yang sehari-harinya mengabdi sebagai guru di SMK Muhammadiyah Mlati, Sleman itu lebih lanjut menuturkan sapi miliknya ini tidak dirawat secara khusus, namun hanya diberi pakan yang teratur.
"Sebelum berangkat mengajar, saya memberi pakan, dan sepulang kerja, kembali saya beri pakan," katanya.
Untuk menjaga kesehatan, ujarnya, setiap tiga bulan sekali, sapi yang diberi nama mBali ini diberi vitamin. Vitamin yang diberikan kepada sapinya itu diperoleh dari dokter hewan setempat.
Sapi varietas PO (Peranakan Ongole) ini juga diberi kombor, sebanyak dua kali sehari. Meski biasanya sapi diberi kombor cukup sehari sekali.
Wasana mengatakan, sapi yang dibeli Presiden ini telah dirawat selama hampir 30 bulan. Bibit sapi tersebut, ujarnya dibeli dengan harga Rp27,5 juta."Waktu saya beli dahulu bobotnya sekitar 500 kg. Saat ini dibeli Pak Presiden Rp60 juta. Ya rezeki saya," katanya.
Ia membenarkan, jika sapi yang tersebut sebelumnya pernah ditawar oleh orang Kediri Jawa Timur. Namun, syaratnya sapi tersebut harus dibawa ke Kediri untuk dilihat. Karena harus membawa ke Jawa Timur, Wasana mengaku enggan, terlebih lagi masa pandemi covid-19 dan pula sedang diberlakukan PPKM.
Ia menyebutkan, calon pembeli dari Jawa Timur itu menawar dengan harga Rp45 juta. Wasana yang tinggal di Wonokerso, Wedomartani, Ngemplak, Sleman ini mengaku memiliki tiga ekor sapi PO, dua ekor diantaranya masih dalam perawatan penggemukan.
Sapi yang dibeli Presiden Joko Widodo itu, Senin (19/7) pagi dikirim ke Masjid Jami Al Akbar, Srimartani, Piyungan, Bantul.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono membenarkan Presiden Joko Widodo membeli sapi milik salah satu warga Sleman untuk keperluan kurban." Sapinya sudah diperiksa kesehatannya dan dalam
kondisi sehat," ujarnya. (OL-13)
Baca Juga: Tegakkan Aturan PPKM, Aparat harus Kedepankan Humanisme
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved