Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menyebut bahwa aksi pelemparan batu ke Gereja Sidang Jemaat Kristus di Samarinda, Kalimantan Timur tak berkaitan dengan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).
Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena, Jumat (9/7).
Menurutnya, motif tersebut tak tergambar dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan polisi usai menangkap dua terduga pelaku.
"Tidak ada kaitan dengan isu SARA, tapi sakit hati," ucap Andika, Jumat (9/7).
Andika menuturkan bahwa alasan salah seorang terduga pelaku melakukan pelemparan karena merasa kecewa tak diberikan izin menggunakan listrik gereja untuk keperluan berjualan.
Pasalnya, salah satu pelempar batu itu merupakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitaran gereja. Dirinya membuka usaha minuman dingin dan memerlukan pemakaian listrik.
Baca juga: Ratusan Awak Bus di Banda Aceh Disuntik Vaksin Covid-19
"Minta disambungkan listrik gereja, kemudian yang bersangkutan juga membayar. Cuma kemudian dari gereja ada pertimbangan-pertimbangan sehingga tak diberikan," paparnya.
Hal itulah yang membuat dirinya sakit hati sehingga dirinya melempar gereja dengan batu. Tanpa tedeng aling-aling, ia mengajak salah seorang kerabatnya untuk melakukan aksi tersebut bersama.
Namun hingga saat ini belum diketahui secara rinci mengenai momen yang menyulut aksi tersebut dapat dilakukan.
"Sedang kami dalami dulu ya. Kami periksa dulu semuanya," pungkasnya.
Gereja Sidang Jemaat Kristus di Samarinda, Kalimantan Timur dilempari batu oleh oknum tak dikenal lada Kamis (8/7) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA.
Akibatnya, sejumlah fasilitas gereja mengalami kerusakan.
Berdasarkan rekaman CCTV, diduga pelaku berjumlah dua orang. Dari rekaman itu, terlihat dua pelaku terlihat membawa batu-batuan sebesar genggaman orang dewasa dan langsung melempari bagian depan gereja. (OL-4)
Dinas terus berkoordinasi dengan lintas instansi untuk memastikan ketersediaan layanan pengaduan yang mudah diakses oleh seluruh warga hingga tingkat kelurahan.
Tidak ada zona tertentu yang bisa dikategorikan rawan secara absolut karena potensi kekerasan dapat terjadi di mana saja.
Ia menjelaskan, koordinasi melibatkan berbagai unsur aparat penegak hukum.
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan Rukun dengan Teman yang merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto
Direktur Senior Amnesty International untuk Riset, Advokasi, Kebijakan, dan Kampanye, Erika Guevara-Rosas mengecam keras pola penindakan yang dinilai sistemik tersebut.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
Samarinda resmi menandai babak baru pembangunan kawasan hunian modern melalui seremoni groundbreaking proyek Paras Icon dan Samara Residence di Palaran pada 23 September 2025.
Polresta Samarinda dan Polsek jajaran selama bulan Juli 2025 berhasil mengamankan 47 orang tersangka pelaku kejahatan konvensional
Komitmen bimbingan belajar Ganesha Operation (GO) dalam menghadirkan pendidikan berkualitas semakin nyata dengan diresmikannya gedung baru di cabang Samarinda, Kalimantan Timur.
Kenapa Palaran? Karena Palaran akan menjadi akan menjadi kawasan yang menjanjikan di masa depan.
Tiga rumah di Kota Samarinda tertimbun longsor, Senin (12/5). Diperkirakan sebanyak empat orang terjebak di dalamnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved