Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Wisnu Adji tampak begitu bersemangat saat menunjukkan tampilan aplikasi Sumut Bersinar. Dari dalam balutan masker hitam khas Polri, suaranya meyakini bahwa aplikasi tersebut akan dapat membantunya memerangi narkoba.
Aplikasi tersebut sudah mulai beroperasi sejak kemarin. Secara prinsip, aplikasi ini lebih sebagai sarana sosialisasi Polda Sumut dalam memberantas peredaran gelap narkoba.
"Dari yang semula dilakukan secara konvensional, diganti dengan cara berbasis IT," ujar Kombes Wisnu, Selasa (22/6).
Baca Juga: Proses Hukum Kasus Narkoba Sekda Nias Utara Diminta tetap Berjalan
Adalah AKBP Fadris SR Lana, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumut, yang menjadi sosok sentral di balik aplikasi ini. Aplikasi diprakarsai perwira itu sebenarnya adalah untuk mendukung program studinya.
AKBP Fadris ketika itu sedang menyelesaikan tugas sekolah pelatihan kepemimpinan nasional TK-II di Kementerian PUPR Angkatan V tahun 2021.
Lebih lanjut Wisnu menuturkan, tren penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data milik Ditres Narkoba Polda Sumut, muncul hingga sebanyak 3.037 kasus narkoba hanya dalam kurun lima bulan terakhir. Angka itu cukup mencengangkan karena berarti ada lebih dari 20 kasus narkoba di Sumut yang masuk ke data polisi setiap hari.
Menurut Wisnu, kondisi itu banyak dipengaruhi letak geografis Sumut. Tingginya peredaran narkoba di provinsi ini banyak disebabkan letak geografis Sumut yang berbatasan dengan Riau dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka.
Dengan letak geografis itu Sumut menjadi salah satu pintu masuk peredaran narkoba ke Indonesia yang sebagian besar menggunakan jalur laut. Salah satu upaya menghadapinya, selama ini Ditres Narkoba Polda Sumut mengadakan berbagai program pencegahan, selain dari operasi penindakan. Yakni dengan mengandeng para tokoh agama, masyarakat, pemuda, adat, mahasiswa, pelajar, serta pegiat anti narkoba untuk bersama-sama ikut membantu pihak kepolisian dalam mencegah peredaran narkoba. Dan pengoperasian aplikasi tersebut merupakan bagian dari langkah itu.
"Aplikasi Sumut Bersinar ini adalah program Polri Presisi dalam mendukung pencegahan tindak narkoba," imbuhnya.
Secara teknis, AKBP Fadris SR Lana menjelaskan, aplikasi Sumut Bersinar sejatinya untuk memudahkan masyarakat. Masyarakat akan dengan mudah mendapat informasi tentang upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba menggunakan handphone berbasis android.
"Aplikasi Sumut Bersinar sebagai strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis teknologi dan mendukung perubahan teknologi kepolisian di era 4.0," tuturnya.
Aplikasi Sumut Bersinar dapat digunakan masyarakat dengan cara mendownloadnya dari Playstore. Setelah aplikasi didownload, pengguna akan menemui sejumlah fitur.
Di antaranya fitur profil, informasi mengenai jenis-jenis narkoba, penyuluhan, rehabilitasi. Pengguna juga dapat menemukan fitur untuk pengaduan yang dapat membantu polisi menangani peredaran dan penyalahgunaan narkoba. (YP/OL-10)
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah provinsi telah mengirimkan relawan kemanusiaan, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved