Selasa 22 Juni 2021, 22:40 WIB

Proses Hukum Kasus Narkoba Sekda Nias Utara Diminta tetap Berjalan

Yoseph Pencawan | Nusantara
Proses Hukum Kasus Narkoba Sekda Nias Utara Diminta tetap Berjalan

DOK
Ilustrasi Narkoba.

 

SEJUMLAH kalangan di Sumatra Utara meminta proses hukum kasus narkoba Sekretaris Daerah Nias Utara nonaktif, Yafeti Nazara, harus tetap berjalan. Hal ini meski yang bersangkutan menjalani rehabilitasi.

Seperti yang diutarakan seorang praktisi hukum di Kota Medan Muhammad Iqbal Sinaga. Menurutnya, meski Yafeti dalam kondisi sedang menjalani rehabilitasi, tetapi proses hukum terhadap kasusnya harus tetap berjalan. "Perkaranya harus sampai ke pengadilan," kata dia, Selasa (22/6).

Terlebih, lanjut M Iqbal, sebagai ASN tertinggi di Nias Utara seharusnya Yafeti menjadi teladan bagi masyarakatnya. Bukan malah melakukan tindakan tidak terpuji dan melawan hukum dengan mengonsumsi narkoba.

Baca Juga: Lapas Klas IIA P Siantar Beri Layanan Titip Barang dan Video Call

Dengan tetap meneruskan kasus ini ke pengadilan, pihak kepolisian menunjukkan sikap yang tidak diskriminatif. Mengingat kerap terjadi warga biasa yang tersangkut kasus narkoba tetap dimajukan ke pengadilan meski dengan sedikit barang bukti.

"Jangan lantaran beliau adalah seorang ASN dan memiliki jabatan, proses asesmennya juga sangat cepat sejak ditangkap. Persamaan hak di mata hukum harus tetap ditegakkan," tegasnya.

Selain itu dia juga meminta Komisi ASN untuk melakukan pemeriksaan etik kepada Yafeti. 

Terpisah, Kasi Intel Kejari Medan Bondan Subrata mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Yafeti Nazara, dari kepolisian.

Bahkan, sampai sekarang Kejari Medan juga belum menerima undangan dari Tim Assement Terpadu (TAT) yang mengeluarkan rekomendasi bahwa Yafeti harus menjalankan rehabilitasi di RSJ Prof Ildrem.

Pada Minggu (13/6) dinihari, Sekda Nias Utara Yafeti Nazara dan delapan orang lain yang bersamanya ditangkap polisi saat sedang berada di salah satu tempat hiburan di Kota Medan. Mereka tertangkap tangan saat sedang mengonsumsi narkoba dan dari tes urine yang mereka jalani juga menunjukkan hasil positif.

Selang beberapa hari kemudian Yafeti diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Sekda oleh Bupati Amizaro Waruwu.

Dalam perkembangannya, Yafeti bersama delapan orang lainnya itu kemudian menjalani rehabilitasi di RSJ Prof Ildrem, mulai Sabtu (19/6). (YP/OL-10)

Baca Juga

MI/Dok Humas Polresta Palangka Raya

Sambil Beri Edukasi Prokes, Polresta Palangka Raya Bagikan Masker Gratis

👤Surya Sriyanti 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:49 WIB
Berdasarkan Data Satgas Covid-19 Kalteng, Kota Palangka Raya menempati urutan tertinggi di Kalteng untuk jumlah pasien...
ANTARA/Fikri Yusuf

Jumlah Warga yang Telah Dapat Vaksin Covid-19 Dosis Kedua di Bali Hampir 1 Juta

👤Arnoldus Dhae 🕔Senin 02 Agustus 2021, 08:59 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster sesungguhnya membulatkan target penduduk di Bali yang akan divaksin sebanyak 3 juta orang dari total penduduk...
MI/Djoko Sardjono

Ratusan Pasien Covid-19 Klaten Dievakuasi ke Asrama Haji Donohudan

👤Djoko Sardjono 🕔Senin 02 Agustus 2021, 08:02 WIB
Evakuasi warga berstatus orang tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan ke Asrama Haji Donohudan itu merupakan pelaksanaan manajemen...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya