Selasa 08 Juni 2021, 16:42 WIB

Kemenkes Akan Kirim Tenaga Kesehatan ke Bangkalan

Mohamad Ghazi | Nusantara
Kemenkes Akan Kirim Tenaga Kesehatan ke Bangkalan

ANTARA
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

 

KEMENTERIAN Kesehatan akan membantu droping tenaga kesehatan (nakes) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, setelah jumlah nakes di wilayah tersebut yang positif Covid-19 terus bertambah. Hingga Selasa (8/6), terdapat 76 orang nakes di Bangkalan yang terkonfirmasi positif, tiga diantaranya meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, 50 orang merupakan nakes Puskesmas Arosbaya dan Puskesmas Tongguh di Kecamatan Arosbaya serta Puskesmas Klampis.  Sedang 26 orang lainnya di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu).

"Kalau memang butuh penyegaran dan penukaran tenaga, akan kami bantu. Karena kerja menangani Covid-19 ini melelahkan sekali. Tentara saja ada pergantian. Kami sediakan yang muda-muda dan kebetulan ada warga Bangkalan juga," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (8/6).

Ia menyatakan tidak memastikan jumlah nakes yang diperbantukan di Kabupatn Bangkalan. Hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan karena Pemprov Jatim juga melakukan hal yang sama.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta RSUD Syamrabu untuk direkaksasi karena rasio layanan pasiennya (BOR) sudah diatas 80 persen. Ia menyatakan sudah menyiapkan enam RS penyangga, dua diantaranya milik Pemprov Jatim, yakni RS dr. Soetomo dan RS Haji Sukolilo.

"Di RS Soetomo, fasilitasnya lengkap dan tenaga kesehatannya juga komplit. Selain itu rasio layanan pasiennya masih rendah. Pokoknya, tidak boleh ada pasien pasien masuk rumah sakit yang layanan pasiennya sudah 80 persen, karena sudah harus direlaksasi," kata Khofifah.

Selain rumah sakit rujukan, Pemprov juga menyiapkan RS penyangga diantaranya di kompleks BPWS di kaki Suramadu sisi Madura. Pemkab Bangkalan, jelas Khofifah, juga sudah menyiapkan dua titik penyangga yakni di Balai Diklat dan Balai Latihan Kerja. Dua titik penyangga tersebut akan digunakan untuk pasien terkonfirmasi yang tanpa gejala.

"Itu bukan rumah sakit lapangan. Tapi ruang karantina dan transit," jelasnya.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Bangkalan terus aktif memaksimalkan penggunaan Mobil PCR bantuan Pemprov untuk melakukan swab antigen, terutama di Kecamatan Arosbaya yang menjadi episentrum utama, serta ke Kecamatan Klampis.

"Dari dua kecamatan itu, didapatkan 116 kasus postif terkonfirmasi. 70 kasus di Arosbaya dan 46 di Klampis,. Ditambah di lokasi penyekatan, dari PCR terhadap yang reaktif, ditemukan delapan kasus positif," kata kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo.

Satgas juga membatasi akses masuk bagi warga dari luar Kabupaten Bangkalan. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran virus korona. (OL-15) 
 

Baca Juga

ANTARA/Makna Zaezar

Cegah Kerumunan, Jasa Pengiriman Lalamove Kirim Daging Kurban

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 25 Juli 2021, 22:30 WIB
Melalui Deliver Care, Lalamove berharap dapat membantu masyarakat dan tetap nyaman berbagi meskipun di rumah saja di hari...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Aktivis 98 Dukung Moeldoko Soal Ivermectin

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 25 Juli 2021, 22:20 WIB
Moeldoko dinilai fokus dalam membantu penanganan covid-19, sehingga tidak mungkin mengambil keuntungan dalam momentum...
dok/pemprov kalteng

Prokes Ketat saat Penerimaan Bansos di Kalimantan Tengah

👤Surya Sriyanti 🕔Minggu 25 Juli 2021, 22:05 WIB
Bantuan sosial diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Dunia Usaha Jangan Menyerah

BADAI covid-19 kembali menerpa Indonesia. Sapuan gelombang kedua itu otomatis membuat berbagai rencana yang telah disusun harus dihitung ulang.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya