Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

DPKP Jatim Siapkan 3 Langkah Strategis Hadapi Kemarau Panjang

Faishol Taselan
30/3/2026 22:11
DPKP Jatim Siapkan 3 Langkah Strategis Hadapi Kemarau Panjang
Buruh tani membawa padi hasil panen di Desa Dawu, Ngawi, Jawa Timur.(Antara)

 

DINAS Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur menyiapkan tiga langkah strategis untuk menghadapi kemarau panjang yang akan terjadi di Jawa Timur dan menjaga hasil produksi padi.

Kepala DPKP Provinsi Jatim Heru Suseno mengatakan  pihaknya telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk menghadapi fenomena tersebut. Pertama adalah menanam benih tanah kekeringan. Yakni mendistribusikan benih varietas unggul yang memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem.

Kemudian mengaktifkan kembali pompa-pompa yang dibangun Pemprov Jatim tahun lalu serta menambah titik pompa baru di wilayah kritis. Selanjutnya yang ketiga adalah perbaikan irigasi. Heru menegaskan percepatan renovasi jaringan irigasi yang rusak sangat penting supaya distribusi air lebih efisien dan tepat sasaran.

"Pompa-pompa harus siap sedia. Daerah yang tadah hujan memang berat, tapi kalau ada sumber air terdekat, kita pasang pompa agar produksi pangan tidak terganggu,” katanya di Surabaya, Senin (30/4).

Kemudian Heru menyebut sejumlah wilayah pertanian di Jatim perlu mendapatkan perhatian khusus terutama daerah yang bergantung pada pengairan lahan seperti Bojonegoro, Jember hingga Lamongan.

“Daerah dengan ketergantungan tinggi pada air hujan seperti Bojonegoro, Jember, dan Lamongan. Ketiga daerah itu masuk radar pemantauan serius karena memiliki titik-titik lahan tadah hujan yang luas dengan sumber air minimum,” ujarnya.

Meski sektor pertanian menjadi perhatian serius saat musim kemarau, Heru mengklaim tren produksi padi di Jatim menunjukkan grafik positif pada awal tahun.

Saat ini sejumlah wilayah mulai memasuki masa panen meski belum mencapai puncaknya. Luas tambah tanam per harinya juga terus meningkat. Heru mengatakan pada Februari lalu, panen mencapai 5.000 hektare, kemudian memasuki bulan Maret luasnya mencapai 9.000 hektare.

Dia mengatakan, hasil produktivitas rata-rata panen mencapai 6 ton per hektar. Jika dikalkulasi khan, maka potensi hasil panen harian diproyeksi mencapai 54 ribu ton. “Angka ini diprediksi terus meroket hingga April dan Mei mendatang. Puncaknya nanti bisa tembus 120.000 ton saat panen raya,” kata Heru.

Diketahui Indonesia akan dilanda fenomena Godzilla El Nino yang terjadi pada periode April sampai Oktober 2026. Fenomena ini diperkirakan memicu terjadinya kemarau panjang dan berpotensi berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.(E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya