Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Perkuat Ketahanan Pangan, 250 Ternak Unggul Australia Tiba di Bandara Juanda

Heri Susetyo
31/3/2026 05:01
Perkuat Ketahanan Pangan, 250 Ternak Unggul Australia Tiba di Bandara Juanda
Unta asal Australia yang tiba di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.(MI/Heri Susetyo)

SEBANYAK 250 ekor ternak pilihan yang terdiri dari sapi perah, domba, dan unta asal Australia mendarat di Terminal Kargo Bandara Internasional Juanda, Senin (30/3) malam. 

Kedatangan hewan-hewan ini merupakan langkah konkret importir Jawa Timur dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pengembangan sektor pariwisata.

Direktur PT Tombak Mas Nusantara, Aji Bagus Setiyawan, menjelaskan bahwa impor ini difokuskan pada peningkatan produksi susu dan daging, perbaikan kualitas genetika ternak lokal, hingga pemenuhan kebutuhan satwa wisata.

Distribusi dan Fokus Pengembangan

Seluruh hewan yang datang akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa setelah melewati prosedur kesehatan yang ketat.

Domba & Sapi Perah: Akan dikirim ke Malang dan beberapa daerah di Jawa Barat untuk meningkatkan populasi bibit unggul.

Unta: Ditujukan khusus ke Lembang Zoo, Jawa Barat, sebagai daya tarik ekowisata nasional.

“Kami membawa beberapa jenis hewan, terutama domba unggul seperti Dorper, Suffolk, dan Texel. Fokus kami adalah pengembangan bibit agar peternak lokal bisa meningkatkan kualitas ternaknya,” ujar Aji kepada wartawan di Bandara Juanda.

Rincian Jenis dan Nilai Investasi

Impor kali ini mencakup komposisi sebagai berikut:

  • 200 Ekor Domba: Jenis Dorper, Suffolk (kisaran harga Rp35 juta–Rp38 juta), dan Texel (Rp38 juta–Rp40 juta).
  • 24 Ekor Sapi Perah: Jenis Friesian Holstein dengan harga sekitar Rp45 juta per ekor.
  • 26 Ekor Unta: Jenis Camelus Dromedarius dengan harga mencapai Rp130 juta per ekor.

Aji menekankan pentingnya sapi perah jenis Friesian Holstein ini untuk mengejar target swasembada susu. 

“Untuk sapi perah, kami ingin mendorong peternak agar bisa segera berproduksi dan memenuhi kebutuhan susu nasional,” tambahnya.

Prosedur Karantina Ketat

Guna memastikan keamanan hayati, seluruh hewan tidak langsung dikirim ke lokasi tujuan. Sesuai regulasi pemerintah, hewan-hewan tersebut wajib menjalani masa karantina selama 14 hari di Surabaya.

“Seluruh hewan langsung kami kirim ke karantina di Surabaya selama 14 hari sebelum nantinya didistribusikan ke daerah tujuan seperti Malang dan Lembang,” tegas Aji.

Melalui kerja sama dengan mitra Australia dan dukungan tenaga ahli kesehatan hewan, langkah ini diharapkan mampu mempercepat investasi di sektor peternakan sekaligus mendukung program pemerintah terkait penyediaan makan bergizi gratis di masa mendatang. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya