Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Kronologi Krisis BBM Australia: Dari Konflik Selat Hormuz hingga Panic Buying

Putri Rosmalia Octaviyani
27/3/2026 19:04
Kronologi Krisis BBM Australia: Dari Konflik Selat Hormuz hingga Panic Buying
Ilustrasi pengisian BBM.(Dok. Freepik)

AUSTRALIA kini berada di ambang kelumpuhan transportasi setelah krisis bahan bakar minyak (BBM) memicu aksi beli panik (panic buying) di berbagai negara bagian. Kelangkaan ini berakar dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang memutus jalur suplai energi global ke wilayah Pasifik.

Krisis bermula pada awal Maret 2026 saat ketegangan di Selat Hormuz memuncak, menyebabkan blokade total jalur pengiriman minyak mentah. Australia, yang mengandalkan lebih dari 90% kebutuhan BBM dari impor, langsung merasakan dampak signifikan karena keterlambatan jadwal sandar kapal tanker di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Sydney dan Melbourne.

Eskalasi Menuju Panic Buying

Situasi memburuk dalam sepekan terakhir ketika laporan mengenai 500 SPBU yang kehabisan stok mulai tersebar di media sosial. Hal ini memicu kepanikan warga yang berbondong-bondong memenuhi stasiun pengisian, bahkan membawa jeriken tambahan. Di wilayah New South Wales, antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga 2 kilometer, menyebabkan kemacetan parah di jalur protokol.

Pemerintah Australia melalui Perdana Menteri Anthony Albanese sebenarnya telah menyatakan bahwa cadangan minyak nasional masih berada di level aman untuk 30 hari ke depan. Namun, distribusi ke tingkat ritel tidak mampu mengimbangi kecepatan aksi panic buying warga yang khawatir akan kenaikan harga lebih lanjut.

Hingga saat ini, lebih dari 520 SPBU di seluruh Australia dilaporkan telah memasang tanda "Out of Service" akibat kehabisan stok bensin dan diesel secara bersamaan.

Dampak Harga dalam Mata Uang Rupiah

Lonjakan harga tidak terhindarkan. Harga bensin di tingkat ritel kini menyentuh angka 238 sen Australia per liter. Jika dikonversi ke dalam Mata Uang Rupiah, kenaikan ini sangat tajam, mengingat biaya logistik global yang juga meroket akibat pengalihan rute kapal tanker menjauhi zona konflik.

Saat ini, pemerintah federal tengah mempertimbangkan pemberlakuan status darurat energi untuk membatasi pembelian BBM per kendaraan. Langkah ini diambil guna memastikan sektor-sektor krusial seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan logistik pangan tetap dapat beroperasi di tengah ketidakpastian pasokan global.

Timeline Krisis BBM Australia 2026

Waktu Peristiwa Utama
1-7 Maret 2026 Blokade Selat Hormuz dimulai; Tanker minyak tujuan Australia tertahan.
15 Maret 2026 Harga BBM di Australia naik 15% dalam semalam.
20 Maret 2026 Laporan pertama SPBU kering di Sydney memicu Panic Buying massal.
27 Maret 2026 PM Albanese mempertimbangkan status darurat energi nasional.

 

(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya