Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

BPKN Ingatkan Masyarakat tidak Terjebak Panic Buying BBM Jelang Lebaran 2026

Basuki Eka Purnama
18/3/2026 20:44
BPKN Ingatkan Masyarakat tidak Terjebak Panic Buying BBM Jelang Lebaran 2026
Ilustrasi--Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026).(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

KETUA Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Mufti Mubarok, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Imbauan ini muncul di tengah mencuatnya isu konflik geopolitik di Timur Tengah yang bertepatan dengan persiapan masa libur Lebaran 2026.

Mufti menekankan bahwa tindakan panic buying atau pembelian berlebihan justru berisiko memicu kondisi kelangkaan semu di lapangan. 

Ketidakseimbangan distribusi yang disebabkan oleh aksi borong masyarakat dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas pasokan yang sebenarnya telah dipersiapkan oleh pemerintah.

“Gunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Tidak perlu panic buying karena justru dapat mengganggu stabilitas pasokan,” ujar Mufti saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (18/3).

Pengaruh Geopolitik dan Kesiapan Pasokan

Meski ketegangan di Selat Hormuz sempat memicu gejolak harga minyak mentah dunia dan gangguan distribusi energi global, BPKN menilai pemerintah dan Pertamina telah melakukan langkah mitigasi yang cukup kuat untuk menjaga stok nasional. 

Senada dengan hal tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah memastikan bahwa stok BBM nasional berada dalam kondisi aman. 

Menurut Bahlil, aktivitas industri BBM dalam negeri maupun jalur impor tetap berjalan stabil dan tidak terdampak signifikan oleh eskalasi perang di Timur Tengah.

Fokus Distribusi Jalur Mudik

Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik, Mufti berharap Pertamina memberikan perhatian ekstra pada kelancaran distribusi, khususnya di wilayah nusantara yang menjadi tujuan utama pemudik.

Kehadiran negara melalui BUMN energi dianggap sebagai kunci untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat agar aktivitas mudik berlangsung tanpa hambatan.

“Momentum mudik membutuhkan kesiapan ekstra, khususnya dalam menjaga ketersediaan BBM agar tetap aman dan mudah diakses masyarakat di berbagai titik perjalanan,” jelasnya.

Secara khusus, BPKN menyoroti titik-titik krusial seperti jalan tol, jalur Pantura, serta lintas antarprovinsi. 

Kesiapan infrastruktur di area dengan kepadatan tinggi ini sangat penting guna mencegah terjadinya antrean panjang di SPBU.

Ajakan Konsumsi Bijak

Menutup pernyataannya, Mufti mengajak masyarakat untuk menyikapi dinamika global secara wajar tanpa perlu merasa khawatir berlebihan terhadap ketahanan energi nasiona.

Dukungan serupa juga datang dari Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, yang meminta masyarakat untuk tetap bijak dalam membeli BBM maupun LPG demi menghindari panic buying yang tidak perlu. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik