Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Pimpinan GKPS Ajak Warga Jemaat Tetap Tenang dan Tidak Panic Buying 

Apul Iskandar Sianturi
11/3/2026 21:47
Pimpinan GKPS Ajak Warga Jemaat Tetap Tenang dan Tidak Panic Buying 
Kantor Pusat Sinode GKPS Kota Pematangsiantar(MI/Apul Iskandar)

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, Pimpinan Sidang Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Pimpinan Sinode GKPS mengimbau seluruh warga jemaat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kepanikan yang dapat memperburuk situasi. Dalam hal penggunaan bahan bakar dan kebutuhan sehari-hari, warga jemaat diharapkan untuk tidak melakukan panic buying, menggunakan bahan bakar dan sumber daya secara bijaksana dan seperlunya, serta mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional. 

"Sikap tenang, bijaksana, dan saling peduli merupakan wujud tanggung jawab kita sebagai warga gereja sekaligus warga negara," kata Ephorus Pdt. John Christian Saragih dalam keterangannya, Rabu (11/3). 

Berbagai perkembangan situasi global dan regional lanjut dia saat ini menunjukkan adanya dinamika yang memerlukan kewaspadaan bersama, antara lain meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, keterlibatan kekuatan-kekuatan dunia dalam konflik tersebut, serta dampak yang mulai dirasakan dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk ekonomi dan energi.

"Di dalam negeri, kita juga melihat berbagai respons masyarakat terhadap perkembangan global tersebut, termasuk meningkatnya kekhawatiran publik yang berdampak pada perilaku panic buying BBM dengan ditandai mengularnya antrean di SPUB di berbagai daerah untuk mendapatkan BBM," ujarnya. 

Dalam situasi seperti ini, sambung dia, gereja terpanggil untuk memberikan suara pastoral yang meneguhkan iman, menuntun sikap bijaksana, dan menjaga ketenangan masyarakat. "GKPS menegaskan bahwa peperangan dan kekerasan bertentangan dengan kehendak Allah yang menciptakan dunia dalam damai dan keutuhan. Peperangan merupakan bentuk perusakan terhadap kehidupan dan pembantahan terhadap keutuhan ciptaan Allah," kata Ephorus Pdt John Christian Saragih. 

Di tengah arus informasi yang sangat cepat, Ephorus juga mengajak seluruh warga jemaat untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, dengan membagikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi, serta ikut menjaga suasana damai dan persaudaraan di tengah masyarakat. 

"Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, dalam segala keadaan, gereja percaya bahwa Tuhan tetap memelihara dunia ini. Karena itu marilah kita tetap hidup dalam iman, pengharapan, dan kasih, serta terus menghadirkan damai sejahtera Kristus di tengah kehidupan bersama. Dan damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7). Kiranya Tuhan memberkati dan memelihara kita semua,'  tambah Ephorus. 

Kepada seluruh jemaat GKPS dia mengajak untuk menaikkan doa secara bersama-sama bagi terciptanya perdamaian dunia dan meredanya konflik antar bangsa, keselamatan dan perlindungan bagi masyarakat sipil yang terdampak peperangan, stabilitas dan keamanan bangsa Indonesia, serta kehidupan masyarakat yang damai khususnya menjelang perayaan hari raya Idul Fitri. (H-1) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya