Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Krisis BBM Australia, 500 SPBU Kehabisan Stok Bahan Bakar

Putri Rosmalia Octaviyani
27/3/2026 19:10
Krisis BBM Australia, 500 SPBU Kehabisan Stok Bahan Bakar
Perdana Menteri Anthony Albanese.(Dok. AFP/Gerard)

KONDISI ketahanan energi Australia berada dalam titik kritis setelah lebih dari 500 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh negeri dilaporkan kehabisan stok. Krisis BBM Australia ini memicu gelombang pembelian panik (panic buying) dari warga yang khawatir akan lumpuhnya transportasi nasional.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, wilayah New South Wales menjadi area terdampak paling parah dengan ratusan titik pengisian melaporkan kekosongan bensin dan diesel. Krisis ini merupakan dampak langsung dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi 20 persen pasokan minyak global.

Menteri Energi Australia, Chris Bowen, mengonfirmasi bahwa meskipun stok nasional secara teoritis mencukupi untuk 30 hingga 38 hari, hambatan distribusi dan lonjakan permintaan yang tiba-tiba telah menguras pasokan di tingkat ritel. Di beberapa wilayah, harga bensin melonjak hingga 238 sen Australia per liter, sementara diesel menembus angka 262 sen Australia per liter. Jika dikonversi, kenaikan ini mencapai lebih dari 35 persen dibandingkan bulan sebelumnya dalam Mata Uang Rupiah.

Perdana Menteri Anthony Albanese telah menjadwalkan rapat darurat kabinet nasional pada Senin mendatang untuk membahas langkah-langkah mitigasi, termasuk potensi kebijakan bekerja dari rumah (WFH) guna menekan konsumsi BBM. Pemerintah juga telah melepas sebagian cadangan minyak darurat untuk menjaga stabilitas di wilayah regional yang paling terdampak.

Sejumlah pengelola SPBU kini mulai memberlakukan batasan pembelian maksimal 200 dolar Australia per kendaraan guna memastikan sisa stok dapat terbagi rata. Para ahli memperingatkan bahwa jika blokade Selat Hormuz berlanjut hingga April, Australia mungkin harus menghadapi skenario penjatahan BBM (rationing) secara nasional. (Sky News/Anadolu/H-3)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya