Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BLOKADE Selat Hormuz yang terjadi sejak awal Maret 2026 telah memicu guncangan hebat pada rantai pasok energi global. Sebagai jalur transit bagi hampir 30 persen pasokan minyak mentah dunia, penutupan jalur ini memaksa sejumlah negara masuk ke dalam fase darurat energi atau krisis BBM akibat menipisnya stok BBM nasional.
Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik menjadi yang paling terdampak karena ketergantungan yang sangat tinggi pada impor minyak dari Timur Tengah. Selain Australia yang tengah menghadapi aksi panic buying, beberapa negara besar lainnya mulai memberlakukan kebijakan pembatasan konsumsi energi.
Jepang dan Korea Selatan, dua raksasa ekonomi Asia Timur, melaporkan telah mulai mencairkan cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserves/SPR) mereka. Jepang, yang mengimpor lebih dari 90 persen kebutuhan minyaknya melalui Selat Hormuz, kini membatasi operasional transportasi publik dan mengimbau industri manufaktur untuk mengurangi penggunaan energi fosil.
Situasi serupa terjadi di Seoul. Pemerintah Korea Selatan telah menaikkan level kewaspadaan energi ke tingkat tertinggi. Harga bensin di kedua negara tersebut dilaporkan melonjak hingga 40 persen dalam kurun waktu kurang dari tiga pekan.
Selat Hormuz adalah urat nadi energi dunia. Penutupannya selama satu hari saja dapat menyebabkan keterlambatan distribusi hingga 20 juta barel minyak mentah ke pasar global.
India, sebagai importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia, mulai merasakan dampak inflasi yang luar biasa. Pemerintah India melaporkan bahwa biaya logistik domestik telah naik dua kali lipat, yang memicu kenaikan harga pangan secara nasional.
Di Asia Tenggara, negara-negara seperti Filipina dan Thailand mulai memberlakukan sistem kuota di SPBU untuk mencegah kelangkaan total. Sementara itu, di Indonesia, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia untuk menjaga stabilitas harga BBM dalam Mata Uang Rupiah agar tidak terjadi gejolak ekonomi di tingkat akar rumput.
Analis energi internasional memprediksi bahwa jika blokade Selat Hormuz berlanjut hingga bulan depan, harga minyak mentah Brent bisa menembus angka psikologis baru di atas US$150 per barel. Hal ini akan memaksa negara-negara importir untuk mencari alternatif pasokan dari wilayah lain, meski dengan risiko biaya logistik yang jauh lebih tinggi. (H-3)
Australia dilanda krisis BBM parah akibat konflik Timur Tengah. Lebih dari 500 SPBU kering, warga panic buying, dan harga solar melonjak tajam.
KONFLIK Timur Tengah berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak dan gas melonjak tajam setelah Iran membatasi akses ke Selat Hormuz.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Lonjakan permintaan yang dipicu aksi panic buying membuat distribusi terganggu.
Terkait penggunaan kompor listrik yang dianggapnya bisa menjadi alternatif bagi masyarakat di tengah isu melonjaknya harga minyak global.
Bahlil mengatakan pemerintah saat ini sedang melakukan berbagai simulasi atau exercise untuk menyiapkan sejumlah opsi kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved