Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFLIK buaya liar dan manusia terjadi lagi di kawasan Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Buaya laut berukuran panjang sekitar dua meter itu menyerang seorang nelayan bernama Bebaiaji saat berada di atas perahu.
Sesuai informasi yag diperoleh Media Indonesia, Senin (7/6) insiden itu terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika itu, Bebaiaji sedang buang air dari perahunya di dermaga tradisional kawasan Pelabuhan Desa Ujung Sialit. Saat Bebaiaji sibuk menimba air dalam perahu miliknya itu, tiba-tiba muncul seekor buaya liar dari dalam kedalaman pelabuhan itu.
Belum sempat menghindar, hewan buas melata tersebut secepat kilat berusaha menerkam sang nelayan tradisional itu. Bagian tumit hingga pergelangan kaki korban sempat digigit dan luka cukup parah. Korban dan buaya sempat tarik menarik.
Baca Juga: Buaya Muara Muncul di Tiku Resahkan Warga Agam
Setelah pergumulan sengit antara buaya liar dan Bebaiaji itu, kaki korban berhasil terlepas walau dalam kondisi luka mengeluarkan darah segar. Mendengar suaara minta tolong, warga sekitarpun langsung tumpah ke lokasi.
"Korban sangat terkejut saat itu. Dia melawan sambil memukul mata buaya yang melotot keluar. Saat dipukul mata itulah kaki korban berhasil lepas pada mulut buaya ganas itu," tutur Elianus, tokoh masyarakat Desa Ujung Sialit.
Untuk pertolongan medis korban langsung dibawa ke pos kesehatan di desa kepulauan terpencil itu.
Warga berharap pihak BKSDA secepatnya melakukan tindakan dan mencari solusi penanganan buaya liar yang sering muncul di sekitar pelabuhan desa itu. Mereka khawatir akan terjadi konflik susulan sehingga menimbulkan korban jiwa.
"Kalau pihak terkait tidak respon, nanti bisa saja warga melakukan cara tersendisi. Kalau ini terjadi pasti ada kerugian lebih besar," tutur seorang warga lainnya.
Menurut catatan Media Indonesia, konflik buaya liar dan warga Kepulauan Kecamatan Pulau Banyak dan Kecamatan Pulau Banyak Barat, sering terjadi. Bahkan sekitar dua tahun lalu seorang nelayan pencari kerang tewas setelah diserang buaya besar di kawasan kepulauan tengah Samudera Hindia tersebut.
Sedangkan korban luka dan babak belur hampir tiap tahun mewarnai kawasan perairan di dua kecamatan tengah laut tersebut. (MR/OL-10)
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Spanduk peringatan dipilih sebagai media edukasi karena dinilai lebih mudah dilihat dan diingat, khususnya oleh anak-anak. Selama ini, larangan secara lisan sering kali tidak diindahkan.
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Seekor buaya berukuran besar menggegerkan warga setelah ditemukan berada di area persawahan di Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Keberadaan seekor buaya muara berukuran raksasa di area persawahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, akhirnya menemukan titik terang
Temukan 9 makhluk purba yang masih hidup hingga kini, dari hiu, buaya, hingga ayam, yang telah berevolusi sejak sebelum manusia ada.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved