Kamis 20 Mei 2021, 09:57 WIB

Sebanyak 1.064 Jiwa Terdampak Banjir di Luwu Utara

Lina Herlina | Nusantara
Sebanyak 1.064 Jiwa Terdampak Banjir di Luwu Utara

dok. BPBD Luwu Utara
Petugas BPBD Luwu Utara tengah memantau kondisi warga yang terdampak banjir di Desa Lembang-lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, Luwu Utara.

 

TERCATAT 322 rumah yang dihuni 1.064 jiwa di empat dusun, Desa Lembang-lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kembali diterjang banjir sejak 16 Mei lalu karena curah hujan yang tinggi.

Tidak hanya ribuan jiwa yang terdampak banjir yang ketinggiannya antara 40-100 centimeter, tapi lahan perkebunan, sawah, rumah ibadah, kantor desa, dan sekolah juga ikut terendam air.

Karenanya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pun mengirim batuan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel untuk menyalurkan bantuan ke Kabupaten Luwu Utara

Empat dusun yang terdampak banjir  yaitu, Kaluku Bulawan, Dadeko, Bala Kajang, dan Suka Makmur. "Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan sehingga debit air Sungai Rongkong meningkat, serta terjadinya pendangkalan sungai pasca banjir bandang," sebut Andi Sudirman Sulaiman, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel setelah mendapat laporan dari Pemkab Lutra.

Ada pun bantuan yang disalurkan berupa beras beserta paket sembako siaga darurat yang berisi bahan makanan beserta sarung, selimut dan popok bayi.

"Kita juga terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten Lutra untuk memastikan kebutuhan pascabanjir di sana," lanjut Sudirman, Kamis (20/5).

Dia berharap banjir bisa segera surut. Serta mengimbau masyarakat untuk waspada cuaca saat ini yang memasuki musim penghujan di beberapa wilayah. Setelah sebelumnya juga, BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi di sejumlah daerah di Sulsel. (OL-13)

Baca Juga: Kasus Harian Covid-19 di Kota Kupang Kembali Bertambah

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Ikut Ujian Kompetensi, Siswa LPK Karunia Bunda Siap Terjun di Dunia Kerja

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 23 September 2021, 11:19 WIB
Ada sekitar 40 peserta didik yang mengikuti pelatihan desain grafis yang dilaksanakan selama 38 hari di LKP Karunia...
MI/Djoko Sardjono

TNI/Polri Tingkatkan Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Klaten

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 23 September 2021, 10:50 WIB
Serbuan vaksinasi TNI-Polri, dalam dua pekan terakhir, telah dilaksanakan di 18 Polsek jajaran Polres...
MI/Kristiadi

Guru Positif Covid-19, PTM di SDN Kudang Uyah Masih Ditutup

👤Kristiadi 🕔Kamis 23 September 2021, 10:44 WIB
Pembelajaran di SDN Kudang Uyah, saat ini, belum diizinkan dibuka karena hasil swab yang dilakukannya belum...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya