Senin 17 Mei 2021, 10:10 WIB

Seluruh Korban Hilang Perahu Terbalik di Kedung Ombo Ditemukan

Widjajadi | Nusantara
Seluruh Korban Hilang Perahu Terbalik di Kedung Ombo Ditemukan

MI/Widjajadi
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh penumpang korban perahu terbalik, yang berjumlah 9 jasad di WKO.

 

UPAYA keras Tim SAR gabungan mencari sembilan penumpang korban perahu terbalik di peraian Waduk Kedung Ombo tuntas, usai ditemukannya dua korban terakhir pada Minggu malam (16/5) dan Senin dini hari (17/5).

"Pencarian selama tiga hari berhasil menemukan sembilang korban yang tenggelam dan hilang pasca musibah perahu terbalik. Dua korban terakhir kita temukan adalah Jalal (1,5) pada Minggu malam dan Niken Safitri (8) pada Senin dini hari," ungkap Arif Sugiyaryo dari Basarnas Jateng ketika dikonfirmasi Senin (17/5).

Terpisah Kepala BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan, pencarian para korban, sempat terkendala dengan rusaknya peralatan drone bawah air milik Polair Polda Jateng.

"Namun semangat kemanusiaan tidak menyurutkan tekad seluruh relawan penyelam. Hingga akhirnya diketemukannya 9 penumpang yang tenggelam dan hilang, usai musibah Sabtu lalu itu," kata Bambang.

Koordinator pencarian korban, Fajar Prasetyo juga menjelaskan, jasad Jalal, balita warga Pilangrejo, Juwangi, Boyolali yang diketemukan Minggu malam, bergeser 25 meter ke utara dari lokasi musibah. Jasad bocah 18 bulan itu tertangkap jaring tim SAR

Korban hilang terakhir yang ditemukan Tim SAR Gabungan diidentifikasi sebagai Niken Safitri (8), warga Gobrogan. " Jasad terakhir kita temukan dini hari tadi. Jadi semua korban tenggelam sudah diketemukan semua," imbuh dia.

Banyak cara yang ditempuh para relawan kemanusiaan itu dalam upaya menuntaskan pencarian sembilan penumpang yang tenggelam usai perahu terbalik. Selain menyelam, juga menggunakan metode ngebor atau manuver air dengan perahu karet, dengan tujuan menciptakan gelombang air agar jasad korban muncul kepermukaan.

Data sembilan korban meninggal dunia kecelakaan air perahu tenggelam di Kedung Ombo yakni Tituk Mulyani (38) warga Dukuh Krasak, Desa Mojoagung, RT 04/08, Kecamatan Karangrayung Grobogan, Naswa Cayla Welda (6) warga Dukuh Larangan, RT04/03, Desa Ketro, Karangrayung, Grobogan, Destri (8), warga Dukuh Karangmalang, RT 09/03, Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, Boyolali

Zamzam Tabah Oktaviana (7), warga Dukuh Karangmalang, RT 09/03, Desa Pilangrejo, Juwangi, Boyolali, Tri Iriana Wahyu Ningtyas (27), warga Dukuh Karangmalang, RT 09/03, Desa Pilangrejo Juwangi, Boyolali (ibu dari korban Zamzam), dan Acek Jalil Rasid (4), warga Dukuh Karangmalang, RT 09/03, Desa Pilangrejo, Juwangi, Boyolali, Destri Pramaswati (8), warga Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jalal (1,5), warga Pilangrejo Boyolali, dan terakhir Nikem Safitri (8), warga Gobrogan.

Tragedi di perairan Waduk Kedungombo kawasan dukuh Bulu, Wonoharjo, Kemusu itu terjadi karena ulah para korban, yang ramai-ramai melakukan swafoto di bagian depan perahu, hingga air pun masuk, yang berlanjut menunjam dan terbaliknya perahu tersebut. (OL-13)

Baca Juga: WHO: Jam Kerja yang Panjang Bunuh para Pekerja

 

 

Baca Juga

Ist

Kunjungi Desa Wisata Pandanrejo, Sandiaga Berdialog dengan Peternak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 14:49 WIB
Terkait dengan ADWI 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno melakukan kunjungan ke sejumlah desa...
MI/Yusuf

Menko Perekonomian: Jelang Ajang Superbike, Akselerasi Vaksinasi di NTB

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 14:11 WIB
NTB berada pada Level Asesmen 1 PPKM, yang mana Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah masih pada Level Asesmen...
Antara

3 Hari Dibuka, Penerbangan Internasional Bali Masih Sepi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 13:00 WIB
hingga hari ini, Minggu (16/10), Bali masih sepi dari jadwal kedatangan para pelancong yang ingin berwisata di destinasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya