Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat tetap berjalan selama Ramadan 1442 Hijriah dengan sasaran pelayan publik dan lanjut usia. Kegiatan tersebut, dilakukan pada malam hari karena siang hari penerima vaksinasi umumnya tengah berpuasa.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, selama Ramadan vaksinasi lebih sering dilakukan pada malam hari. Karena, pelaksanaan vaksinasi di malam hari itu banyak penerima vaksin dalam kondisi baik dan siang harinya rata-rata masyarakat berpuasa dan kegiatan tersebut dilakukannya di puskesmas dan kantor desa.
"Vaksinasi pada malam hari itu ada yang di puskesmas dan kantor desa dengan sasaran vaksinasi masih kepada pelayan publik dan lansia. Sebab, pelaksanaan vaksinasi kepada tenaga kesehatan sudah selesai dan sekarang terdapat banyak pelayan publik dan lansia di Kabupaten Garut pelaksanaan vaksinasi tidak bisa dilakukan dalam waktu sebentar," katanya, Selasa (11/5/2021).
Ia mengatakan, vaksinasi di Garut target sasaran mencapai 170 ribu dan saat ini baru mencapai 50 ribu. Untuk kalangan Lansia sendiri belum sampai 10 persen dari jumlah 230 ribu orang. Untuk itu kegiatan vaksinasi tetatp dilakukan pada malam hari mengingat banyak warga tengah berpuasa.
"Pelaksanaan vaksinasi kepada pelayan publik dan lansia di Kabupaten Garut relatif tidak ada yang mengalami kendala. Dinas Kesehatan Kabupaten Garut juga tak menemukan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) kepada penerima vaksin, dan mudah-mudahan vaksin yang diberikannya itu sesuai target," ujarnya.
Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 kasus terkonfirmasi positif yang ada di Kabupaten selama ini tercatat 8.981 orang di antaranya 503 orang menjalani isolasi mandiri, 133 pasien dirawat, 7.971 orang dinyatakan sembuh dan 374 orang meninggal dunia. Namun, penyebaran virus korona saat ini masih terus terjadi dan warga harus tetap menjaga protokol kesehatan. (OL-13)
Baca Juga: Hari Raya Keagamaan, Momentum Mempererat Tali Persaudaraan
Produksi dahak yang minim pada lansia serta penggunaan antibiotik yang luas sebelum diagnosis sering kali menghambat identifikasi agen penyebab.
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Di Indonesia, fenomena employee-caregivers atau karyawan yang merangkap sebagai pengasuh orang tua di rumah menjadi tantangan unik.
Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness.
Penurunan fungsi pendengaran sering dianggap sebagai konsekuensi alami dari pertambahan usia.
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved