Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
NYARIS lumpuhnya sektor pariwisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat akibat pandemi berimbas pada bisnis hotel, penginapan, dan restoran. Pengelola tak terlalu berharap banyak keuntungan pada momentum libur lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya.
Agar tetap bertahan demi menjaga keberlangsungan bisnis tersebut, pengelola sektor penginapan memberikan tawaran diskon besar-besaran. Namun, upaya ini belum membuahkan hasil optimal
Pengelola Hotel Villa Venetys Lembang, Etep Suherman mengatakan, pihaknya sudah memberikan potongan harga kamar hingga hingga 50 persen untuk meningkatkan okupansi atau kunjungan tamu yang menginap.
Baca juga: Daerah di Pantura Jateng Buka Objek Wisata Selama Libur Lebaran
"Harga tersebut lebih murah dibandingkan waktu normal sebelum pandemi. Biasanya kita pasang tarif Rp1 jutaan sekarang diturunkan jadi Rp500 ribu per kamar," katanya, Selasa (11/5).
Tetapi dengan strategi itu belum tentu bisa menggaet tamu yang reservasi. Walaupun ada yang memesan, terang dia, para tamu lebih memilih menunggu kondisi wilayah Bandung Barat yang sedang dalam masa zona merah penyebaran Covid-19.
"Untuk yang booking sebetulnya ada sejak awal bulan ini, cuma ada ketakutan dari tamu. Saat diperjalanan, mereka khawatir tidak bisa masuk Bandung. Makanya kita juga agak ragu meminta down payment (DP)," ungkapnya.
Apalagi, lanjutnya, pemerintah saat ini melarang mudik yang secara langsung mempengaruhi tingkat okupansi. Sementara rata-rata pengunjung yang liburan di wilayah Lembang didominasi dari luar daerah seperti sekitar Jabodetabek dan mancanegara.
Baca juga: Lebih dari 6 Ribu Warga Kunjungi TMII Saat Libur Lebaran
"Kita sekarang menunggu keputusan pemerintah, mudah-mudahan larangan mudik tidak diperpanjang lagi agar tamu dari Jakarta bisa masuk lagi," ujarnya.
Dia menuturkan, masa libur panjang seperti lebaran dan tahun baru biasanya menjadi sumber pemasukan terbesar. Pada H-4 hingga H+4 lebaran, reservasi kamar nyaris terisi penuh. Tetapi sebaliknya di masa pandemi sangat sepi. "Kalau dulu, omset hampir Rp40 jutaan, atau minimal Rp25 juta sebulan. Tapi sekarang dapat Rp15 juta juga sudah lumayan buat menutupi biaya operasional," tambahnya. (OL-13)
Baca Juga: Ramadan dan Lebaran Picu Lonjakan Penjualan Eceran Maret 2021
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Pemilihan destinasi yang tepat diharapkan dapat memberikan pengalaman liburan yang lebih personal dan bermakna.
Musim sakura selalu menjadi salah satu periode perjalanan yang paling ditunggu wisatawan asal Indonesia.
Liburan 2026 tanpa bikin tabungan jebol? Simak tips perencanaan finansial ala HSBC agar traveling tetap nyaman tanpa mengganggu stabilitas keuangan
MENINGKATNYA mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, mendorong perubahan pola kebutuhan perlindungan perjalanan.
Nicole Kidman merayakan status barunya dengan petualangan ke Antartika bersama anak-anaknya.
Perbedaan paling mencolok dari burnout dan post holiday blues terletak pada dampak emosional dan sikap individu terhadap tanggung jawabnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved