Minggu 09 Mei 2021, 16:15 WIB

Ketua Kadin Jawa Barat Gugat Musdalub ke Pengadilan

Bayu Anggoro | Nusantara
Ketua Kadin Jawa Barat Gugat Musdalub ke Pengadilan

MI/BAYU ANGGORO
Ketua Kadin Jawa Barat Tatan Pria Sudjana

 


JELANG pemilihan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), permainan sudah dimulai di tingkat daerah, sebagai pemilik hak suara. Di Jawa Barat, Tatan Pria Sudjana jadi korbannya.

Dia ialah Ketua Umum Kadin Jabar yang sah, hasil musyawarah daerah yang digelar di Cirebon pada 2019 lalu. Namun, sejumlah pengurus yang menginginkan suara Kadin Jabar diperuntukkan bagi calon Ketua Umum Kadin tertentu, melakukan kudeta. Mereka menggelar musyawarah daerah luar biasa untuk menggeser Tatan.
 
Saat dimintai konfirmasi, Minggu (9/5), Tatan mengaku akan mengugat hasil musdalub ke Pengadilan Negeri Bandung. Selain dianggap tidak sah karena dilakukan dengan cara-cara yang tidak bermoral, musdalub dituding sarat dengan kepentingan sesaat, bukan untuk memajukan perekonomian, khususnya bagi dunia usaha.

Tatan menjelaskan, musdalub tersebut lahir dari adanya sikap-sikap tidak bermartabat yang dilakukan beberapa pengurus Kadin Jawa Barat. "Hanya untuk kepentingan sesaat, menyangkut jabatan."

Ia menegaskan sebagai ketua hasil konstitusi musda provinsi tahun 2019 di Cirebin, sudah terdisrupsi oleh orang-orang yang tidak bermoral, yang tidak bermartabat. Sebagai contoh, seharusnya anggota Kadin Jabar bersatu dan bersama-sama untuk memulihkan perekonomian yang melambat akibat pandemi virus korona.

"Harusnya memikirkan recovery ekonomi pascacovid, kok ini malah
berbondong-bondong berkonspirasi menggulingkan kepengurusan saya,"
sesalnya.


Munas Kadin


Padahal, Tatan mengaku hingga saat ini dia tidak mengetahui kesalahan
yang dibuatnya sehingga sampai harus digelar musdalub yang bertujuan mengganti jabatan yang didudukinya.

"Kalau ada musprovlub, harus jelas kesalahannya apa. Sebagai negara
hukum positif, pasal apa dan ayat mana dan perlakuan apa yang dilanggar. Kan harus jelas," ujarnya.

Tatan pun meyakini musdalub ini dilakukan atas dasar iktikad tidak baik
dari pengurus Kadin yang dibentuknya. "Semua benang merah, fakta-faktanya sudah terlihat, melalui surat-surat, rekaman-rekaman dari Kadin kabupaten/kota maupun asosiasi."

Tatan pun meyakini hal ini terkait erat dengan suksesi pada Musyawarah Nasional Kadin pusat yang akan digelar dalam waktu dekat. "Musdalub Kadin Jawa Barat juga ada kaitannya dengan Kadin pusat jelang munas.
Saya sesalkan karena mengorbankan nilai-nilai integritas," tegasnya. .

Oleh karena itu, dia memastikan akan melawan ketidakbermartabatan ini
dengan menempuh proses hukum yang benar. "Kezaliman ini harus saya
lawan. Saya sudah mengajukan gugatan ke pengadilan negeri, supaya ada
penegakkan hukum sesuai proses yang benar." (N-2)

Baca Juga

MI/Yohanes Manasye

156 Desa di Manggarai Timur Teraliri Listrik

👤Yohanes Manasye 🕔Senin 21 Juni 2021, 14:04 WIB
Dengan demikian, Rasio Desa Berlistrik (RDB) Kabupaten Manggarai Timur mencapai...
Ist

Menparekraf : Unhas Industri Pemimpin Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 12:44 WIB
Menparekraf Sandiaga menegaskan Unhas adalah salah satu Industri lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing pada era...
Dok.Ist

Menengok Korporasi Petani Stevia Di Minahasa

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 11:25 WIB
Stevia merupakan tanaman yang dapat menjadi sumber pemanis selain...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya