Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pertumbuhan Ekonomi tak Bisa Selalu Andalkan Konsumsi

Naufal Zuhdi
15/1/2026 18:33
Pertumbuhan Ekonomi tak Bisa Selalu Andalkan Konsumsi
Ketua Kadin Anindya Bakri (tengah).(MI/Naufal Zuhdi )

PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.

“Perekonomian Indonesia 50% kalau kita lihat 25 tahun terakhir itu PDB Indonesia atau total GDP Indonesia 50% itu disumbang oleh konsumsi. Artinya bila inflasi terjadi 10% saja pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sudah pada angka 5%. Namun apakah itu realistis? Mencermati keadaan yang sekarang menurut saya angka tersebut kita tidak selamanya bisa mengandalkan dari konsumsi,” kata Lili di acara Global & Domestic Economic Outlook 2026 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (15/1).

Maka dari itu, dirinya menekankan butuhnya investasi dan perlunya peningkatan peran swasta agar target pertumbuhan ekonomi 5,4% dari pemerintah bisa tercapai.

Maka dari itu, dirinya menekankan butuhnya investasi dan perlunya peningkatan peran swasta agar target pertumbuhan ekonomi 5,4% dari pemerintah bisa tercapai.

"Karena hanya dengan investasi dan peningkatan ekspor Indonesia bisa mencapai sustainable development growth. Untuk pemerintah apakah bisa 5%? Tentu saja bisa bila pemerintah melakukan ekstra untuk melakukan reformasi terutama di bidang ekspor, impor dan juga investasi,” imbuh Lili.

Di kesempatan yang sama, Direktur Stabilitas Ekonomi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Noor Faisal menyampaikan bahwa pemerintah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi 2026 bisa mencapai 5,4%.

“Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,4%. Jadi kita lebih optimis dari 2025 yang kita targetkan 5,2%,” ucap Faisal.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyatakan bahwa pihaknya optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 bisa mencapai 5,4% apabila komponen pendukung pertumbuhan ekonomi seperti belanja pemerintah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), desa nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, hingga rumah murah berjalan lancar.

“Komponen-komponennya apa? Yang pertama konsumsi domestik. Bagaimana supaya belanja pemerintah ini semakin produktif, efektif sehingga bisa sampai kepada daerah-daerah yang tahun 2025 mungkin masih mendapatkan efek efisiensi. Yang kedua, perdagangan ini yang sudah dibuka benar-benar dimanfaatkan. Bahkan kalau ada adjustment di Amerika pun juga ada alternatifnya,” ungkap Anindya.

Selain itu, dirinya menilai bahwa faktor investasi juga sangat berperan penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Orang boleh bicara mengenai perekonomian yang lebih besar. Tapi kalau (perekonomian) tidak stabil orang takut memberikan dananya. Kita lihat Indonesia ini sangat besar potensinya apalagi dengan Danantara yang mendampingi atau de-risking dari investasi ini. Saya merasa dari Kadin investasi ini akan terus berkembang,” beber Anindya. (Fal) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik