Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
“Perekonomian Indonesia 50% kalau kita lihat 25 tahun terakhir itu PDB Indonesia atau total GDP Indonesia 50% itu disumbang oleh konsumsi. Artinya bila inflasi terjadi 10% saja pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sudah pada angka 5%. Namun apakah itu realistis? Mencermati keadaan yang sekarang menurut saya angka tersebut kita tidak selamanya bisa mengandalkan dari konsumsi,” kata Lili di acara Global & Domestic Economic Outlook 2026 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (15/1).
Maka dari itu, dirinya menekankan butuhnya investasi dan perlunya peningkatan peran swasta agar target pertumbuhan ekonomi 5,4% dari pemerintah bisa tercapai.
Maka dari itu, dirinya menekankan butuhnya investasi dan perlunya peningkatan peran swasta agar target pertumbuhan ekonomi 5,4% dari pemerintah bisa tercapai.
"Karena hanya dengan investasi dan peningkatan ekspor Indonesia bisa mencapai sustainable development growth. Untuk pemerintah apakah bisa 5%? Tentu saja bisa bila pemerintah melakukan ekstra untuk melakukan reformasi terutama di bidang ekspor, impor dan juga investasi,” imbuh Lili.
Di kesempatan yang sama, Direktur Stabilitas Ekonomi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Noor Faisal menyampaikan bahwa pemerintah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi 2026 bisa mencapai 5,4%.
“Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,4%. Jadi kita lebih optimis dari 2025 yang kita targetkan 5,2%,” ucap Faisal.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyatakan bahwa pihaknya optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 bisa mencapai 5,4% apabila komponen pendukung pertumbuhan ekonomi seperti belanja pemerintah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), desa nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, hingga rumah murah berjalan lancar.
“Komponen-komponennya apa? Yang pertama konsumsi domestik. Bagaimana supaya belanja pemerintah ini semakin produktif, efektif sehingga bisa sampai kepada daerah-daerah yang tahun 2025 mungkin masih mendapatkan efek efisiensi. Yang kedua, perdagangan ini yang sudah dibuka benar-benar dimanfaatkan. Bahkan kalau ada adjustment di Amerika pun juga ada alternatifnya,” ungkap Anindya.
Selain itu, dirinya menilai bahwa faktor investasi juga sangat berperan penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
“Orang boleh bicara mengenai perekonomian yang lebih besar. Tapi kalau (perekonomian) tidak stabil orang takut memberikan dananya. Kita lihat Indonesia ini sangat besar potensinya apalagi dengan Danantara yang mendampingi atau de-risking dari investasi ini. Saya merasa dari Kadin investasi ini akan terus berkembang,” beber Anindya. (Fal)
KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie, menyatakan bahwa pemerintah tengah bersiap menghadapi investigasi yang dilakukan oleh USTR.
Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya pelaku usaha mencermati skema tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir eks MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved