Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Kadin Minta Pelaku Usaha Cermati Skema Tarif Dagang RI-AS

Insi Nantika Jelita
20/2/2026 11:30
Kadin Minta Pelaku Usaha Cermati Skema Tarif Dagang RI-AS
Pimpinan Kamar Dagang (Kadin) Indonesia(Dok.Kadin)

KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya pelaku usaha mencermati skema tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Pemahaman rinci terhadap ketentuan teknis Agreement on Reciprocal Trade (ART) diyakini akan membantu dunia usaha mengoptimalkan peluang ekspor, terutama bagi sektor manufaktur.

"Pelaku usaha perlu mencermati secara rinci ketentuan teknis dalam ART agar manfaatnya dapat dioptimalkan, terutama bagi sektor manufaktur dan industri bernilai tambah," ujar Anin, sapaan akrabnya, dalam keterangan resmi, Jumat (20/2).

Sejumlah asosiasi industri, lanjut Anin, mulai menjajaki peluang kolaborasi konkret dengan mitra di AS sebagai tindak lanjut kesepakatan tersebut. Ia mengaku telah berdiskusi dengan salah satu pimpinan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang berencana membuka komunikasi dengan mitra dagang di AS untuk memetakan peluang impor bahan baku yang dapat diolah di dalam negeri sebelum diekspor kembali dengan nilai tambah.

"Mereka ingin bicara dengan counterpart-nya supaya melihat apa yang bisa diimpor dari Amerika, tapi nantinya diolah dan dikirim balik ke Amerika dengan ada nilai tambah,” kata Anin.

Skema tersebut dinilai sejalan dengan agenda hilirisasi dan peningkatan daya saing ekspor nasional. 

“Kalau memang permintaannya dari Amerika (Serikat) tentu masuk akal, apalagi kalau tarifnya nol,” tambahnya.

Anin juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hubungan dagang dan investasi dengan Amerika Serikat, termasuk melalui ART yang ditandatangani bersama Presiden AS Donald Trump. Ia menilai kesepakatan tersebut memberi sinyal positif bagi dunia usaha kedua negara, khususnya terkait skema tarif yang dinilai kompetitif.

“Harapan Kadin dan yang kami dengar, tarif 19 persen itu sudah sangat kompetitif. Apalagi beberapa produk-produk ekspor kita yang menggunakan komponen dari AS bisa bahkan turun sampai dibebaskan dari tarif. Nah ini sangat menarik, tapi harus dipelajari detailnya,” ujar Anin.

Kadin, lanjutnya, mendukung penuh diplomasi ekonomi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo yang menekankan perjanjian perdagangan Indonesia-AS memiliki arti penting bagi dunia usaha dan investasi kedua negara.

Kedua negara telah meneken 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai US$38,4 miliar melalui pelaku usaha Indonesia dan AS dalam acara Gala Iftar Dinner yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council. 

Anin menuturkan penandatanganan tersebut menjadi wujud konkret kolaborasi sektor pemerintah dan swasta kedua negara di berbagai bidang, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur dan pengembangan teknologi.

“Meningkatkan perdagangan. Ini sangat besar,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selain mendorong keseimbangan neraca perdagangan, Presiden Prabowo juga berfokus pada peningkatan investasi dua arah antara Indonesia dan AS.

“Tapi yang paling penting ialah Indonesia diakui (oleh AS) sebagai negara yang stabil, negara yang aman, negara yang berkembang. Tapi bukan hanya berkembang, berkembang tapi juga inklusif. Atau berkembang bersama-sama, mengangkat kesejahteraan masyarakat secara umum,” lanjut Anin.

Menurut Anin, langkah strategis tersebut berpotensi menjadi terobosan besar bagi penguatan posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global.

“Nah saya melihat ini semua bisa memberikan suatu gebrakan yang besar di mana Indonesia tetap kuat berhubungan baik dengan AS yang merupakan trading partner kedua terbesar, tapi juga tetap kuat dengan negara-negara lain,” pungkas Anin. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya