Senin 03 Mei 2021, 16:25 WIB

Pasar Sepi, Pedagang Sandang Berjualan Secara Daring

Akhmad Safuan | Nusantara
Pasar Sepi, Pedagang Sandang Berjualan Secara Daring

Antara
Pedagang sandang/pakaian sepi pembeli menyiasati berjualan melalui daring agar tidak merugi.

 

LARANGAN mudik lebaran karena pandemi covid-19 yang masih terjadi, menjadi pasar grosir batik terbesar di Pantura Sentono, Kota Pekalongan lenggang, pedagang siasati penjualan dengan daring untuk meningkatkan omset jelang lebaran ini.

Pemantauan Media Indonesia Senin (3/5) Pasar Batik Sentono di jalur pantura Kota Pekalongan hingga siang masih terlihat sepi, sepuluh hari jelang lebaran yang biasanya berjubel dipenuhi pembeli tidak terlihat perkembangan yang berarti, para pedagang banya duduk atau mengisi waktu dengan mainkan gadged atau gawai.

Tempat parkir di halaman pasar batik dan sandang terbesar di Pantura Jawa Tengah ini juga ganta terlihat beberapa kendaraan roda empat dan dua terparkir, namun sejak pagi beberapa kendaraan boks dan pick-up keluar masuk areal pasar membawa tumpukan batik atau barang sandang.

"Tahun-rahun sebelumnya biasanya di sini sudah berjubel pengunjung hingga H-1 lebaran, tapi sudah dua tahun ini sepi hingga banyak pedagang menganggur dan vagjsn ada yang memilih tutup toko," kata Irfan,32, seorang tukang parkir di Pasar Sentono Pekalongan.

Meskipun kondisi sepi pengunjung dan perputaran yang di Pasar Grosir Batik Sentono menurun dratis, namun bukan berarti para pedagang harus gulung tikar, mereka tetap berusaha bangkit untuk meningkatkan omset dan membiayai hidup keluarga dan karyawan sehingga belum ada kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).

Para pedagang pakaian dan batik Sentono, memilih memanfaatkan teknologi komunikasi dengan menggunakan aplikasi media sosial untuk memasarkan produk dan dagangan. "Sekarang kami lebih banyak berdagang secara daring, karena jika mengandalkan toko atau kios tidak lagi diharapkan, lihat saja sepi," ujar Rani,52, seorang pedagang di Sentono.

Hal serupa juga diungkapkan Mahlul,51, pemilik rumah batik di Pekalongan, ditengah pandemi covid-19 para pedagang dan industri batik di Pekalongan harus pandai mensiasati, karena mengandalkan perdagangan secara manual di pasar sudah sulit karena merosotnya jumlah pengunjung atau pembeli.

Pesanan batik atau barang sandang, lanjut Mahlul, banyak berasal dari luar daerah menggunakan penasanan secara daring, sehingga setiap pesanan datang setelah disepakati lalu dikirim ke daerah lain seperti Jakarta, Bandung atau kota-kota di Sumatera, sedangkan pembayaran dilakukan dengan transfer bank.

Pemanfaatan perdagangan batik melalui daring juga dilakukan para perajin batik di Lasem, Rembang, meskipun tidak sebesar omset sebelum pandemi covid-19, namun melalui sistem daring ini para perajin dan pedagang batik masih bertahan. "Hasilnya lumayan dapat untuk membeli bahan dan gaji karyawan," ujar Handayani,46, pemilik home industri batik di Lasem, Kabupaten Rembang.

Setiap hari, ungkapnya, meskipun pesanan tidak terlalu besar seperti sebelum pandemi, namun tetap ada dan dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman, bahkan jelang lebaran ini mendapat pesanan seragam hingga 500 potong dari hasil perdagangan secara daring. (OL-13)

Baca Juga: Mudik Dilarang, Sriwijaya Air Minta Perhatian Pemerintah

 

Baca Juga

MI/AKHMAD SAFUAN

6 Korban Kapal Tenggelam di Kedungombo Ditemukan

👤Widjajadi 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 20:05 WIB
Petaka terjadi saat para penumpang berebutan melakukan swafoto di bagian depan...
Antara

BNPB: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa Nias

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 15:10 WIB
Masyarakat diminta menghindari bangunan retak atau rusak akibat guncangan gempa di wilayah Nias. Serta, memperhatikan informasi resmi...
MI/Apul Iskandar

Forum DAS: Alih Fungsi, Penebangan Hutan Penyebab Banjir Parapat

👤Apul √Ćskandar 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 13:21 WIB
Pemerintah harus dengan segera mencari solusi agar banjir bandang tidak terjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya