Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ulang Kejayaan di Era Nelson Mandela, Asephi Akan Kampanyekan Batik di Afrika Selatan

Iis Zatnika
07/11/2025 13:34
Ulang Kejayaan di Era Nelson Mandela, Asephi Akan Kampanyekan Batik di Afrika Selatan
Artijeda, Li-Uli, Miss Miniek, dan MM by Happy Gan, jenama-jenama anggota Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) tampil dalam Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW)(Dok Istimewa)

Artijeda, Li-Uli, Miss Miniek, dan MM by Happy Gan, jenama-jenama anggota Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) tampil dalam Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 pada 6-9 November 2026 di Jakarta.  

Jenama Miss Miniek menampilkan karya-karyanya, sentuhan bordir khas Jakarta dan tenun Bali yang diaplikasikan dalam berbagai busana. Bordir-bordir itu tampil dalam setelan satu set, fesyen tenun Bali, hingga jaket dan rok aneka warna, membawakan permainan unsur tradisional dan modern.

Empat jenama itu diundang Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang selama ini mendukung berbagai program Asephi dalam pengembangan produk kriya nasional. 

"Keikutsertaan dalam pameran ini memperluas jaringan, menambah pengalaman, dan peluang kolaborasi baru bagi anggota yang umumnya bergerak di bidang cinderamata," kata Wakil Ketua Umum II Asephi yang juga Vice President World Crafts Council - Asia Pacific Region  (WCC-APR) South-East Asia Region Baby Jurmawati , Kamis (6/11). 

Data Kemendag menunjukkan, nilai ekspor produk fesyen Indonesia meningkat 4,56% yoy pada periode Januari–September 2025, dengan nilai mencapai 6,5 miliar dollar AS. Pada 2025, ditargetkan transaksinya mencapai 10 juta dollar AS, namun hingga awal November saja telah terkonfirmasi kesepakatan dagang atau MoU senilai 12,28 juta dolar AS dengan sejumlah pembeli luar negeri.

"Meskipun bukan asosiasi khusus fesyen, kami melihat keterkaitan erat antara kerajinan dan dunia mode. Banyak produk anggota menggunakan tenun, songket, dan batik, sehingga kolaborasi di bidang fesyen menjadi langkah strategis. Kami ingin membuka ruang agar teman-teman bisa belajar, berpromosi, dan menjajaki peluang kerja sama baru,” tambah Baby.

Asephi juga menargetkan transaksi dan kontrak dagang baru, terutama bagi pelaku UMKM yang perlu menjangkau pasar lebih luas. Dunia fesyen dinilai sangat potensial karena perputaran produknya yang cepat dan permintaan pasar yang terus berkembang. "Fesyen itu tidak pernah berhenti, setiap bulan selalu ada kebutuhan baru. Ini kesempatan besar bagi pelaku kerajinan untuk terus berinovasi,” kata Baby.

Ke depan, Asephi berencana menggelar International Handicraft Trade Fair (Inacraft) World Tour, program pameran berskala internasional yang akan menampilkan pertunjukkan fesyen produk-produk Indonesia. Kurasi akan dilakukan secara ketat, termasuk penyesuaian dengan selera pasar luar negeri. Salah satu destinasi yang disasar adalah Afrika Selatan, yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan Indonesia.

“Di Afrika Selatan, batik Indonesia sangat digemari sejak era Nelson Mandela. Sekarang kita ingin menghidupkan kembali kejayaan itu. kami telah menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah maupun swasta untuk menjajaki peluang kerja sama bagi program tersebut. Tujuannya, memperkuat posisi produk kerajinan, fesyen, serta nilai-nilai budaya Indonesia di kancah internasional," ujar Baby. (X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik