Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

144 Mahasiswa Internasional Ikuti Workshop Batik Megamendung

Naviandri
10/12/2025 11:00
144 Mahasiswa Internasional Ikuti Workshop Batik Megamendung
Mahasiswa Internasional UPI asal Gahana antusias mengikuti Workshop membatik(MI/Naviandri)

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Edu Heritage Center menggelar kegiatan budaya internasional tahunan, The 6th FPEB International Day 2025. Kegiatan inti tahun ini adalah Workshop Batik Megamendung yang diikuti oleh 144 mahasiswa internasional dari berbagai negara, menegaskan peran UPI sebagai motor penggerak pelestarian dan promosi budaya Jawa Barat di kancah global.

Acara yang berkolaborasi dengan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI ini diadakan di Area Terbuka & Lobi FPEB UPI Kampus Bandung, pada Selasa (9/12).

Mengangkat tema "Unity in Diversity: Celebrating Global Friendship through Art, Culture, and Food," kegiatan ini sukses menarik partisipasi mahasiswa dari Uzbekistan, Tajikistan, Tiongkok, Togo, Ghana, Tanzania, dan Nigeria.

Dekan FPEB UPI, Prof. Ratih Hurriyati, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme peserta. “Pelaksanaan International Day sekarang menjadi lebih bermakna karena diikuti oleh 144 international student yang berasal dari berbagai negara,” ujarnya.

Batik Megamendung Sebagai Jendela Budaya

Menurut Prof. Ratih, sebagai pusat yang berkomitmen pada pelestarian budaya, Edu Heritage Center menempatkan Workshop Batik Megamendung sebagai agenda utama. Hal ini memberikan pengalaman autentik bagi mahasiswa asing untuk mengenal pola ikonik khas Cirebon tersebut.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi lintas fakultas dan institusi, melibatkan Edu Heritage Center, FPEB, dan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI.

Pendampingan teknis dan praktik membatik juga diperkuat oleh kontribusi dari SMKN 14 Bandung, Program Studi (Prodi) Pendidikan Tata Busana, dan Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Founder Edu Heritage Center, Prof. Dr. Isma Widiaty, yang didukung Co-Founder Dr. Suciati, menjelaskan bahwa workshop membatik bagi mahasiswa asing ini telah diselenggarakan untuk kali keempat. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan daya tarik kuat budaya batik sebagai jendela untuk mengenal Indonesia.

“Produk-produk yang dihasilkan—mulai dari batik, ikat kepala khas Sunda, obi belt, hingga tumbler—dikembangkan sebagai suvenir khas UPI sekaligus sebagai bagian dari inkubasi bisnis yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni,” tutur Isma.

Selain workshop membatik, perayaan The 6th FPEB International Day 2025 dimeriahkan dengan permainan dan kompetisi tradisional, pertunjukan budaya, serta festival kuliner internasional, yang semuanya turut memperkaya pengalaman lintas budaya bagi para peserta.

Melalui kegiatan ini, Edu Heritage Center semakin meneguhkan posisinya sebagai penggerak utama pelestarian budaya Jawa Barat dan sebagai jembatan yang mempererat hubungan Indonesia dengan komunitas global melalui seni dan kreativitas. (NV/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik